Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ghufron Mengaku Kecewa dengan Jawaban Kejagung

Ghufron, anak petugas kebersihan di Kota Surabaya yang menuntut transparasi dalam tes Kejaksaan.

Surabaya (beritajatim.com) – Usai mendapatkan jawaban dari Kejaksaan Agung, Ghufron (24) putra keempat dari petugas kebersihan di Kota Surabaya akan meminta mediasi terhadap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati). Hal tersebut diambil karena menurutnya, informasi yang disampaikan Kejagung tidak menjawab poin-poin yang disampaikan.

Dihubungi Beritajatim lewat panggilan telepon, Ghufron menjelaskan hasil sanggah yang ia kirim juga ditolak oleh Biro Kepegawaian Kejaksaan, Kamis (06/01/2021). Sementara itu, ia tetap tidak mendapatkan transparansi dan bantahan dari data pembanding yang disampaikan.

“Jawabannya hanya menjelaskan bahwa skor nol menunjukkan kalau tidak memenuhi syarat. Tapi tidak menjawab tolak ukur dan hasil dari kondisi kesehatan. Jadi, kemarin saya kirimkan surat kepada Kejati Jatim untuk meminta mediasi,” ujar Ghufron, Sabtu (08/10/2021).

Ghufron menambahkan, data pembanding yang ia kirimkan bukanlah data yang sepele. Ia mengklaim bahwa pemeriksaan baik tes psikotes dan tes kesehatan telah sesuai dengan yang ditentukan oleh tes SKB. Oleh sebab itu, dirinya menuntut adanya tranparasi.

“Jawaban yang dikeluarkan saat upaya sanggah kemarin kan tidak berdasar. Penyelenggara menyatakan standar psikotes saya tidak memenuhi kompetensi manajerial dan kompetensi IQ. Sedangkan dalam data pembanding yang saya ajukan menunjukkan saya di atas rata-rata,” ujarnya kesal.

Lebih lanjut, Ghufron menyatakan cukup kecewa karena ternyata tidak hanya dirinya saja yang menjadi korban tidak transparan seleksi untuk menjadi Jaksa. Oleh sebab itu, dirinya akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan.

“Kami masih berkumpul ada grupnya, intinya saya disini bukan hanya untuk saya sendiri. Tetapi, ternyata banyak rekan-rekan baik di Jawa Timur maupun luar yang mengalami hal serupa,” pungkasnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar