Hukum & Kriminal

Nekat Buka di Bulan Ramadan

Gerebek Kafe, Satpol PP Lamongan Amankan 16 Pemandu Lagu dan Miras

Pemandu lagu yang tertangkap di kafe dibawa ke Kantor Satpol PP Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melakukan penggerebekan di Kafe Kembangjati Babat Lamongan, Sabtu (24/4/2021) malam. Kafe tersebut nekad buka meski sudah dilarang beroperasi saat bulan Ramadan. Dalam penggerebekan itu, petugas juga mengamankan 16 pemandu lagu (purel).

Kasi Ops dan Pengendalian Satpol PP Lamongan, Umar Syahid menjelaskan, selain mengamankan 16 purel, pihaknya juga mengamankan berbagai jenis minuman keras. Di antaranya, 16 bir bintang, draft bir 64 botol, dan guinness 45 botol.

“Minuman keras ini kita jadikan bukti untuk melakukan persidangan terhadap pemilik kafe. Karena yang bersangkutan melanggar Perda Trantibum Nomor 4 Tahun 2007 dan Perda Miras nomor 16 Tahun 2019,” ungkapnya, Minggu (25/4/2021).

Disebutkan oleh Umar, penggerebekan yang dilakukannya berawal dari adanya keresahan dan laporan dari masyarakat mengenai Kafe Kembangjati di Babat yang masih beroperasi meski bulan Ramadan. “Sebelum razia, kami terlebih dahulu mendapatkan informasi dari mayarakat setempat kalau Kafe Kembangjati masih buka di bulan Ramadan. Padahal dilarang,” kata Umar.

Mendapatkan laporan itu pihaknya langsung bergerak ke lokasi saat kafe masih beroperasi seperti biasanya. “Kafe beroperasi seperti biasa, dengan modus pintu depan tertutup, dan mempekerjakan sekitar 16 pemandu lagu atau purel,” terangnya.

Belasan pekerja malam itu berasal dari Bandung, Pasuruan, Bojonegoro, Mojokerto, Tuban, dan beberapa luar daerah lainnya. Mereka didata, diwajibkan membuat surat pernyataan bermeterai yang isinya tidak akan melanggar aturan yang diberlakukan di Lamongan. Selanjutnya mereka diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Petugas Satpol PP menyita minuman keras

Tetap beroperasinya kafe itu dinilai Kabid Penegakan Perda, H Safari, sebagai bentuk pelanggaran yang harus disanksi. “Ada juga miras yang kita amankan,” katanya.

Untuk penjualan miras akan disidangkan dengan pasal atau Perda tersendiri, kemungkinan nanti dengan Perda Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Sementara, kafenya ditutup, hanya sebagai langkah awal, pemilik kafe diminta datang ke Kantor Satpol PP untuk diperiksa pada Senin (26/4/2021).

Dari hasil pantauan selama Ramadan, katanya, Kafe Kembangjati telah buka sejak H+2 Ramadan hingga tadi malam saat dioperasi oleh Satpol PP.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pol PP sudah mengirimkan surat kepada para pengusaha kafe dan hiburan untuk menutup tempat usahanya selama bulan Ramadan, namun belakangan masih ada yang melanggarnya. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar