Hukum & Kriminal

Gerebek Gudang Pengoplosan Elpiji, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Jombang (beritajatim.com) – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang menggerebek sebuah gudang yang digunakan untuk mengoplos elpiji 3 kilogram (Kg) di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Rabu (14/8/2019). Selain menyita sejumlah barang bukti, petugas juga menangkap dua orang pelaku.

Masing-masing Ari Setyo Wicaksono (29), warga Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Jombang dan Andri Putra (26), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. “Modus yang dilakukan pelaku, mengoplos elpiji (LPG) 3 kg subsidi ke elpiji 12 kg nonsubsidi,” kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu.

Azi menjelaskan, penggerebekan tersebut bermula dari informasi dari masyarakat. Selanjutnya, korps berseragam coklat melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas menucurigai sebuah gudang di Desa Sidowarek yang selama ini digunakan para pelaku beraktifitas. Ketika data valid, penggerebekan pun dilakukan.

Kedatangan polisi yang tiba-tiba membuat pelaku kaget dan tidak bisa berkutik. Karena saat itu mereka sedang melakukan pengplosan. Yakni memindahkan gas elpiji dari tabung 3 kg subsidi, ke tabung ukuran 12 kg non subsidi. Pelaku hanya bisa pasrah ketika digelandang petugas.

“Pelaku menancapkan potongan besi yang sudah dimodifikasi di tabung 12 kg. Kemudian tabung yang 3 kg di tancapkan atasnya, sehingga gas yang terdapat di tabung 3kg berpindah otomatis ke tabung 12kg. Satu tabung 12kg diisi 4 (empat) tabung 3kg subsidi,” ujar Azi.

Dari penggerebekan itu, polisi menita tabung elpji, baik yang sudah diisi maupun belum. Dengan rincian, 62 tabung elpiji 12kg (17 tabung elpiji sudah terisi dan 45 tabung masing kosong). Kemudian 45 tabung elpiji kosong dan 354 tabung elpiji 3kg (38 tabung elpiji sudah berisi dan 316 tabung kosong).

Selain itu juga 40 tabung Bright Gas, satu unit timbangan pengukur berat benda, dua set besi modifikasi untuk memindah gas, serta lima buah besi modifikasi untuk membuang sisa gas di tabung. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 62 ayat 1 Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 32 ayat 2 Undang-undang No 2 tahun 1981 tentang Metrologi legal, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Azi. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar