Hukum & Kriminal

Geram Dijadikan Tempat Pesta Sabu, Warga Jatisrono Semampir Lapor Polisi

Pelaku pengedar dan pemakai narkoba bersama Kapolres Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus saat gelar perkara di Mapolresta Kp3 Tanjung Perak Surabaya, Rabu (20/11/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Geram daerahnya dijadikan tempat pesta sabu dan wilayah peredaran sabu, warga Jatisrono, Surabaya melaporkan kondisi tersebut ke polisi.

Usai mendapati laporan, petugas Polsek Semampir melakukan patroli tertutup dan benar mendapati tiga orang pesta sabu. Bahkan, menurut Kapolresta KP3 Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus, dari ketiga tersangka diamankan belasan paket sabu siap edar.

Ketiga pelaku itu adalah, Sukarno (37), asal Jatisrono Gg. VII No.28, kel. Wonokusumo, Kec. Semampir, Surabaya, Lukman (29), Bulak Banteng Lor Surabaya dan Muhammad Fauzi (29), asal Dsn. Sumber Suko, Ds. Sumber Suko Kecamatan Gempol,  Pasuruan.

“Masyarakat yang tidak mau wilayahnya jadi tempat peredaran narkoba oleh kama itu masyarakat menyampaikan informasi tersebut kepada Kapolsek Semampir Surabaya,” jelas Kapolres saat gelar perkara di Mapolresta Kp3 Tanjung Perak Surabaya, Rabu (20/11/2019).

Peran ketiga pelaku ini, Sukarno sebagai penggedar sedangkan Lukman dan Fauzi sebagai kurir. Tersangka Fauzi merupakan seorang residivis dia pernah dipenjara dalam kasus curanmor.

AKBP Antonius Agus Rahmanto juga menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal petugas mendapati informasi dari masyarakat di daerah Jatisrono yang merasa terganggu akan adanya peredaran narkoba.

“Kemudian Kapolsek memerintahkan anggota opsnal untuk melakukan ungkap tentang adanya peredaran sabu di daerah Jatisrono tersebut. petugas melakukan pengamatan pada objek sasaran, di lokasi didapatkan beberapa orang yang diduga telah selesai melakukan pesta sabu,” sebut Antonius Agus,

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, petugas pun melakukan penggerebekan didapatkan 3 (tiga) orang telah selesai pesta sabu. Selain tiu petugas juga mendapati alat-alat sisa pesta sabu dan usai dilakukan penggeledahan didapatkan 13 poket sabu siap edar.

“Sabu tersebut diedarkan oleh tersangka Sukarno,” beber Antonius Agus Rahmanto.

Sementara tersangka Sukarno mengatakan, dirinya belum lama memakai dan mengedarkan sabu. Menurutnya, dari beberapa bulan ini sabu dijadikannya pekerjaan sambilan.

“Saya baru dua bulan pak menjadi pengedar sabu, saya dititipin sama seorang dari wilayah Jatipurwo dan keuntungan Rp 500 ribu,” aku Sukarno.

Selain tiga orang pelaku yang ditangkap, anggota Reskrim Polsek Semampir juga berhasil mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat hisab shabu atau bong, 1 (satu) buah pipet yang didalamnya masih terdapat sisa Narkotika Gol. I jenis shabu dengan berat 1,92 gram, 1 (satu) biuah klip plastik besar yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) poket plastik kecil Narkotika jenis shabu dengan berat 6,95 gram beserta pembungkusnya, 1 (satu) buah korek api gas wama putih ,1 (satu) buah timbangan elektrik wama biru putih dan uang tunai sebesar Rp 61.000.

Akibat perbuatannya, ketiganya kini dijebloskan penjara dan keriganya dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar