Hukum & Kriminal

Gelar Pesta Electone di Tengah Pandemi, Pengantin Baru Dipolisikan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Bojonegoro menetapkan satu orang pengantin baru sebagai tersangka setelah menggelar pesta pernikahan dengan mendatangkan hiburan musik elekton. Penetapan tersangka itu karena tersangka dinilai melanggar aturan dengan mendatangkan massa ditengah pandemi Covid-19.

Kabag Humas Polres Bojonegoro AKP Ismawati mengatakan, dalam kasus tersebut penyidik menetapkan satu tersangka berinisial FNK (30) Warga Dusun Mandek, Desa Kedungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Menurut AKP Isma, kasus tersebut kali pertama yang melanggar kekarantinaan kesehatan dan atau tentang wabah penyakit yang hingga dipolisikan. “Ini kasus pertama yang ditangani Polres Bojonegoro dalam perkara kekarantinaan kesehatan dan atau tentang wabah penyakit,” ujarnya, Minggu (3/1/2021).

AKP Ismawati menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap tersangka ini lantaran ditengah situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tersangka justru menggelar resepsi pernikahan dengan mendatangkan hiburan elekton dan menyebarkan undangan cetak kepada sekitar 500 orang tamu dan sekitar 250 tamu undangan melalui pesan singkat.

“Selain itu tersangka juga ditengarai telah melakukan tindak pidana penghasutan di depan umum, untuk ‘menghitamkan’ (meramaikan acara denganm membawa seragam hitam ciri khas salah satu perguruan pencak silat) acara elekton tersebut sehingga memunculkan kerumunan massa,” ujarnya.

Hajatan tersebut oleh tersangka digelar pada 1 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam acara tersebut juga tidak mengantongi ijin dari instansi terkait dan mengabaikan anjuran pemerintah serta petugas Gugus Tugas Covid-19 yang telah mengimbau agar tidak menimbulkan kerumunan dalam situasi pandemi wabah Covid-19.

Polisi menggunakan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk menindak tersangka dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Serta Pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atau denda Rp100 juta dan Pasal 14 ayat 1 UU No 4 tahun 1984 tentang penghalang-halangan pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atau denda Rp1 juta. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar