Hukum & Kriminal

Gelar Perkara Kasus Limbah B3 di Mojokerto Batal

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto batal melakukan gelar perkara terkait kasus dumping limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang di bekas galian Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis (9/1/2020).

Gelar perkara untuk mencocokkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi yang mengarah pada penetapan tersangka kasus dumping limbah B3 tersebut batal dilakukan lantaran, penyidik masih harus minta keterangan ahli dari Direktorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KLHK) Jawa Timur.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. “Ya soal limbah batal digelar kemarin karena masih ada yang harus dilengkapi. Kami masih harus minta keterangan ahli dari Dirjen KLHK karena sebelumnya kita ke DLH Jawa Timur ternyata bukan ahli,” ungkapnya, Jumat (10/1/2020).

Masih kata Kasat, DLH Jawa Timur merupakan penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan ahli sehingga gelar perkara yang dijadwalkan dilakukan, Kamis kemarin batal. Penyidik masih menunggu keterangan ahli dari Dirjen KLHK Jawa Timur. Sementara terkait kasus pembuangan limbah B3 jenis sludge paper, penyidik sudah memeriksa 21 saksi.

Sebelumnya, tiga buah dump truk diamankan Polres Mojokerto. Diduga ketiga dump truk tersebut digunakan untuk membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Dusun Kecapangan, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berupa bubuk kertas atau sludge paper.

Ketiga dump truk yang diamankan tersebut bernomor polisi T 9750 DA, T 9772 DC dan T 9602 DB, sementara ketiga sopir dump truk diperiksa dalam kasus tersebut. Selain itu, penyidik juga memeriksa tiga manajemen perusahaan penghasil dan transporter limbah B3.

Yakni PT Adiprima Suraprinta (Perusahaan penghasil limbah B3), Tenang Jaya Sejahtera (Transporter) dan PT Triguna Pratama Abadi (Pengelola Limbah). Dari keterangan sejumlah saksi disimpulkan jika pemilik lahan diduga menerima dumping limbah B3 secara ilegal. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar