Hukum & Kriminal

Gelapkan Ban Truk Senilai Rp 9 Miliar, 4 Karyawan Diadili

Surabaya (beritajatim.com) – Empat karyawan sebuah toko ban diadili, mereka adalah Prasetya Pramudita, Govita Sofyana Rahmah, Anggraini Kusuma dan Firda Anisa Putri. Keempatnya didudukkan di kursi pesakitan lantaran menggelapkan 5.559 buah ban atau setara dengan Rp 9 miliar.

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar,SH dari Kejari Tanjung Perak Surabaya menghadirkan dua orang saksi pemilik usaha PT Gajahmada Ban Mandiri, yakni Salim Jamin sebagai Direktur PT Gajahmada ban Mandiri dan Saksi Fani yang mengelolah perusahaan PT Gajahmada Mandiri.

Salim Jamin menerangkan kalau keempat terdakwa bekerja di perusahaannya, Prasetya sebagai sopir, Govita Sofyana sebagai kepala gudang dan Anggraini serta Firda sebagai admin gudang. Salim melaporkan ada kehilangan ban dalam selisih pengeluaran dari gudang sejak September 2019 sampai Agustus 2020. Kerugian mencapai Rp 9 miliar.

Salim menjelaskan bahwa jarang melakukan stok opname, saksi melihat adanya ban keluar 15 buah tapi tidak ada perintah keluar. Hal itu, jelas saksi, dilihat dari CCTV adanya pengambilan ban tanpa ada izin. Ban yang digelapkan oleh para terdakwa dijual ke toko ban di Jl Sidodadi.

Akhirnya Salim Jamin melaporkan kehilangan ban truk diperusahaannya ke Polisi, sedangkan yang melapor saksi Fani. Fani menerangkan bahwa mengenal keempat terdakwa karena semua adalah karyawan di perusahaan Salim.

Dalam kesaksian Fani, pada intinya sama dengan saksi Salim Jamin, yakni mengetahui ada ban truk keluar 15 buah tanpa ada perintah keluar. Saat itu dilihat pada 24 Agustus 2019 melalui CCTV, saat mengetahui kejadian, Fani langsung melaporkan ke polisi.

Fani menerangkan saat dilakukan audit, ditemukan selisih kurang dalam stok sebanyak 5559 buah ban. Nah, jumlah itulah yang digelapkan secara bertahap sejak September 2019 sampai Agustus 2020. Kerugian mencapai Rp 8,8 Miliar.

Fani juga menambahkan bahwa dalam menjalankan aksinya, para pelaku berbagi tugas. Hendra bagian menjual. Tiap hari sampai 50 ban yang digelapkan, hasilnya mencapai Rp 100 juta. Uang hasil penjualan dibagikan ke 12 orang yang melakukan kongkalikong. Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda keterangan saksi.

Diketahui, bahwa terdakwa I Prasetya Pramudita, terdakwa II Govita Sofyana Rahmah, terdakwa III Anggraini Kusuma dan terdakwa IV Firda Anisa Putri bersama-sama dengan saksi Febrianto (berkas terpisah), antara September 2019 sampai bulan Agustus 2020, Bertempat di PT Gajahmada Ban Mandiri alamat Jalan Karang Asem No. 66 A Surabaya.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, mengaku sebagai milik sendiri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. Masing-masing merupakan kejatahan atau pelanggaran, ada hubunganya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut,” ujar Jaksa dalam dakwaannya.

Keempat terdakwa dengan tugas masing masing, telah menjual ban truk milik PT Gajah Mada Mandiri, sebanyak 18 jenis tipe ban truk, dari yang harga Rp 1 juta perbuah sampai yang seharga Rp 3 juta.

PT Gajah Mada Ban Mandiri saat melakukan audit dengan Konsultan audit terjadi selisih kurang jumlah stok ban sebanyak 5559 buah, dengan total keseluruhan terjadi kerugian sebesar Rp 8.809.369.000. Para terdakwa diancam pidana dalam pasal 374 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar