Hukum & Kriminal

Gelapkan 2 Mobil, Pedagang Angkringan Terancam 4 Tahun Penjara

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh GNF (34), warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Ponorogo Kota, berakhir.

Itu setelah Satreskrim Polsek Ponorogo berhasil mengamankannya di Jalan Thamrin Ponorogo. GNF dilaporkan polisi karena melakukan beberapa aksi penipuan dan penggelapan di wilayah bumi reyog. “Sudah ada dua korban yang melaporkan aksi penipuan GNF,” kata Kanit Rekrim Polsek Ponorogo Iptu Rosyid Effendy, Sabtu (20/6/2020).

Kronologis penipuan dan penggelapan berawal saat GNF pada 23 Mei 2020 meminjam mobil dengan nopol AE 1173 SC milik Yunarno, warga Kelurahan Keniten Ponorogo. GNF meminjam mobil itu dengan alasan untuk mudik lebaran ke Jogjakarta selama seminggu.

Namun, setelah seminggu berlalu, mobil tidak kunjung dikembalikan. Korban saat mencoba ingin menemui, pelaku selalu menghindar. Beberapa kali ketemu dengan pelaku, tidak ada jawaban yang melegakan yang didengar.

Hingga korban mengetahui bahwa mobilnya tersebut digadaikan kepada pihak lain. “Akhirnya korban melaporkan GNF kepada kami. Setelah melakukan penyelidikan, tidak membutuhkan waktu lama, kami berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti mobil dengan nopol AE 1173 SC,” katanya.

Usai pelaku ditangkap, ternyata ada kasus lain dengan modus yang sama yang juga dilakukan oleh GNF. Korban yang bernama Rido Rusdianto juga melaporkan GNF karena melakukan penipuan dan penggelapan terhadap mobilnya dengan nopol AB 1442 CF.

Pelaku seperti biasa merental mobil korban. Namun setelah batas penyewaan habis, mobil tak kunjung dikembalikan. “Modus yang dilakukan GNF ini sama, meminjam atau merental mobil, setelah itu mobilnya digadaikan kepada pihak lain,” katanya.

Pelaku GNF rata-rata menggadaikan mobil-mobil itu senilai Rp 15 juta. Pelaku yang mempunyai usaha angkringan itu menggunakan uang hasil menggadaikan mobil untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dengan penggelapan. “Untuk menyesali perbuatannya, pelaku GNF diancam pidana penjara maksimal 4 tahun,” pungkas Rosyid. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar