Hukum & Kriminal

Gara-gara 6 Tandan Pisang, Pria Ini Digebuki Massa

Jombang (beritajatim.com) – RN (33), warga asal Kabupaten Bojonegoro sedang ketiban sial. Dia digebuki massa saat berada di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Jombang, Kamis (21/3/2019) malam.

RN babak belur. Pukulan dan tendanganendarat di tubuhnya. Dia dituding mencuri enam tandan buah pisang milik warga yang lokasinya berada di bantaran Sungai Brantas desa setempat. Beruntung, polisisegera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sehingga nyawa RN (33) bisa diselamatkan.

Salah satu warga, Suroyo mengatakan, pencurian buah pisang ini sebenarnya sudah menjadi perbincangan hangat di desanya dalam beberapa bulan terakhir. Nah, malam itu warga menemukan beberapa tandan pisang miliknya tak jauh dari pohonnya yang sudah ditebang.

Pisang-pisang itu disembunyikan dengan cara ditutupi tumpukan daun ketela. Tidak diketahui siapa yang telah mengambilnya, namun kejadian ini menurut Suroyo, sudah sering dialami warga.

Mendengar hal ini, warga yang sudah tersulut emosi mulai bergerombol dan langsung mengepung lokasi. Pada saat bersamaan, munculah RN dari sebuah masjid yang berada sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

RN mengendari sebuah sepeda motor bebek jenis Honda Revo. Warga yang curiga dan merasa tidak pernah mengenal RN langsung menghajarnya. Pukulan dan tendangan bersarang di tubuh RN. Tidak hanya itu, sepeda motor milik warga Bojinegoro ini juga menjadi sasaran amuk massa.

“Kami sudah sering kehilangan pisang. Ada warga yang sering melihat orang yang dimasa itu (RN) mondar mandir di desa kami. Makanya ketika mendengar ada orang asing di sekitar kebun pisang warga langsung mengepung,” ujarnya.

Kapolsek Tembelang, Kompol Ismono Hardi membenarkan adanya aksi main hakim sendiri itu. Namun demikian polisi belum bisa memastikan bahwa RN merupakan pelaku pencurian. Untuk mengungkap masalah itu, polisi melakukan pendalaman. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih selidiki dulu kebenaranya, karena saat kejadian posisi barang bukti dan tersangka maupun pohon pisang yang diduga ditebang ini jaraknya sangat jauh. Sekali lagi, kami masih dalami,” kata Ismono. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar