Hukum & Kriminal

Galih Kusuma, Otak Penipuan Investasi Penggemukan Sapi Perah Tertangkap di Apartemen Jakarta Selatan

Ponorogo (beritajatim.com) – Aktor intelektual dari investasi bodong penggemukan sapi perah akhirnya bisa diamankan oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Petugas berhasil menangkap tersangka Galih Kusuma alias Ibrahim, atau sebelumnya berinisial GS itu di salah satu apartemen di wilayah Jakarta Selatan.

“Alhamdulillah berdasarkan informasi dari masyarakat, kami bisa menangkap otak penipuan dari investasi bodong penggemukan sapi perah ini,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Selasa (3/3/2020).

Dengan tertangkapnya Galih Kusuma ini, Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka. Selain itu petugas juga mengembangkan seberapa banyak jumlah dan total kerugian yang dialami korban. Serta melacak aset dari CV Tri Manunggal Jaya (TMJ). “Keterangan tersangka ini tentunya untuk melengkapi bukti-bukti kejahatan mereka,” katanya.

Sebelum penangkapan Galih Kusuma, petugas sudah mengamankan 2 tersangka yang ditetapkan sebelumnya, yakni Hadi Suwito sebagai direktur dan Arie Setiawan sebagai bendahara CV TMJ. Ketiga tersangka saat ini juga masih menjalani pemeriksaan terkait peran yang dijalankan dalam bisnis curang tersebut.

Menurut Arief, dari pengakuan Galih Kusuma, sebenarnya dirinya memang pengen usaha sapi perah. Namun respon masyarakat yang sangat antusias, dengan banyaknya uang yang disetor, akhirnya timbul keinginan buruk untuk mengalihkan ke investasi bodong tersebut. Galih akhirnya merekrut Hadi Suwito dan Arie Setiawan untuk mendirikan CV TMJ untuk menghimpun dana dari para mitra atau masyarakat. Kepolisian kini mendalami peran dari masing-masing tersangka. Bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat, hingga mereka mau menginvestasikan uangnya ke perusahaan fiktif tersebut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan pemberatan. Serta ditambah dengan pasal 3 UURI No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU,” Pungkasnya.(end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar