Hukum & Kriminal

Galian C Ilegal Ini Hasilkan Rp 12 Juta/hari

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Tambang galian C ilegal di Dusun Jaringansari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto digerebek Anggota Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Mojokerto pada, Sabtu (4/4/2020). Pelaku mengaku, dalam sehari menghasilkan antara Rp4,5 juta sampai Rp12 juta.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Sukaca mengatakan, pelaku mengaku kegiatan illegal minning tersebut sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. “Pelaku melakukan kegiatan penambangan tersebut dengan menggunakan alat berat berupa satu unit excavator merk Komatsu tipe PC 78 warna ungu,” ungkapnya, Minggu (5/4/2020).

Masih kata Kanit, pelaku Yusak (40) warga Dusun Karangdieng, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengambil dari lokasi tambang galian C ilegal tersebut berupa tanah uruk. Rata-rata dalam sehari pelaku menghasilkan 15 rit sampai 40 rit tanah uruk yang dijual secara umum dengan harga Rp300 ribu/rit.

“Dengan begitu, pelaku menghasilkan Rp4,5 juta sampai Rp12 juta sehari. Uang yang dia hasilkan sebagian untuk membayar sewa ekskavator dan mengupah sejumlah pekerjanya sehingga keuntungan bersih yang dihasilkan pelaku rata-rata Rp600 ribu sehari,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Selain mengamankan satu pelaku, dalam penggerebekan petugas juga mengamankan tiga orang saksi.

Yakni, Fandi Ahmad sebagai operator excavator, Fajar Abrianto selaku ceker tambang dan Achmad Gufron selaku sopir truk yang membeli hasil tambang. Sementara barang bukti yang diamankan diantaranya, sebuah ekskavator merk Komatsu tipe PC 128 warga ungu.

Kemudian sebuah truk Mitsubhisi Ragasa nopol S 8391 UR warna kuning, satu buah buku rekapan penjualan hasil tambang dan uang hasil penjualan tambang sebesar Rp5,9 juta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Yoga membenarkan, pihaknya sudah melakukan penggerebekan terhadap kegiatan ilegal minning dan mengamankan satu orang pelaku, tiga orang saksi dan sejumlah barang bukti pada, Sabtu (4/5/2020) kemarin.

“Iya pelaku sudah kita amankan dan kita jerat dengan Pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” pungkasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar