Hukum & Kriminal

Begini Pengakuan Tersangka Arisan Lebaran Fiktif Rp 1 Miliar di Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis penipuan dan penggelapan dengan modul arisan lebaran fiktif.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka penipuan dan pengelapan arisan lebaran fiktif Rp1 miliar, Tarmiati alias Mia (42) memulai bisnis arisan sejak tahun 2014 dan tahun 2019 mulai ada masalah keuangan. Sehingga tersangka gali lubang tutup lubang dengan bunga 10 persen untuk menutupi keuangan.

“Tersangka gali lubang, tutup lubang. Jadi tersangka meminjam uang kepada saudara, teman dekat dan saudara dengan membayar bunga 10 persen setiap bulannya. Hasil penarikan arisan juga digunakan tersangka,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, Senin (24/5/2021).

Uang hasil penarikan arisan juga digunakan tersangka untuk membayar angsuran kendaraan dan juga mengembalikan pinjaman ke tempat lain. Tahun 2018, tersangka membangun rumah di belakang lantai II dengan menghabiskan dana Rp450 juta dengan tujuan agar masyarakat peserta arisan mengetahui bisnis arisan yang diikuti berhasil.

“Awalnya selama enam bulan berjalan lancar dengan upaya tersangka pinjam ke beberapa warga masyarakat yang lain, keuntungan diserahkan ke beberapa korban. Sebagian keuntungan digunakan untuk membangun rumah sebesar Rp450 juta dan membeli mobil. Sehingga terkesan bisnis ini mempunyai peluang keberhasilan,” ujarnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis penipuan dan penggelapan dengan modul arisan lebaran fiktif.

Namun di masa situasi pandemi karena tersangka tidak bisa meminjam uang sehingga tersangka kesulitan mengembalikan kepada masyarakat dengan janji memberikan keuntungan dan paket lebaran, itu tidak kunjung tiba. Tersangka meminta ketua kelompok untuk menalangi terlebih dahulu dan berjanji akan dikembalikan namun tidak terealisasi.

“Kita dirikan Posko Pengaduan di Polsek Ngoro agar masyarakat yang merasa menjadi korban bisa melapor karena terhitung sudah ada Rp1 milyar digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi. Hingga saat ini, hasil penyelidikan ada 400 ibu-ibu yang menjadi korban penipuan dan pengelapan arisan lebaran tersangka,” urainya.

Untuk suami tersangka masih berstatus sebagai saksi karena bisnis yang dijalankan sejak tahun 2014 tersebut memang murni dilakukan tersangka. Tim masih dalam proses penyelidikan apakah tersangka juga dikenakan Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kapolres menambahkan, tim akan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN). [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar