Hukum & Kriminal

Februari-Maret, 35 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Digulung Polresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi merilis kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 35 tersangka penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Polresta Mojokerto digulung Satnarkoba Polresta Mojokerto dan Polsek jajaran. Sebanyak 35 tersangka tersebut diamankan selama bulan Februari sampai 24 Maret 2021.

Sebanyak 35 tersangka tersebut dari 26 laporan polisi dengan barang bukti narkoba jenis seberat 418,57 gram, pil double L sebanyak 45.075 butir, uang tunai sebesar Rp2,6 juta serta sejumlah Handphone (HP). Jika barang bukti sabu dirupiahkan setara dengan Rp544.141.000.

Atau Rp1,3 juta per gram. Sementara untuk barang bukti pil doubel L jika dirupiahkan setara Rp112.687.500 atau Rp25 ribu untuk 10 butir. Para tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, pengungkapan kasus narkoba tersebut dilakukan secara simultan oleh Satnarkoba Polresta Mojokerto dengan melakukan pelacakan terhadap antar bandar yang sebelumnya telah dilakukan penangkapan.

“Dan diketahui antar bandar ini tidak mempunyai hubungan satu sama lainnya. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 dan atau Pasal 97 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” katanya.

Kapolresta menegaskan, jika Polresta Mojokerto tetap konsisten dan komitmen untuk melakukan pengungkapan narkoba di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Dari 35 tersangka tersebut, barang bukti terbanyak diperoleh dari dua tersangka.

Keduanya merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, Rizal Fian (22) dan Ahmad Luvis Rivanda (28). Dari kedua tersangka diamankan barang bukti sabu seberat 88,58 gram. Barang bukti tersebut diselundupkan ke dalam Lapas melalui gorengan tahu isi. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar