Hukum & Kriminal

Kasus Ahmad Dhani

Fahri Hamzah Minta Pengadilan untuk Independen

Fahri Hamzah

Jakarta (beritajatim.com) – Usai menjalani sidang pertamanya di Surabaya, musisi Ahmad Dhani langsung ditahan di Rutan Kelas 1 Medaeng, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur.

Ditahannya Ahmad Dhani di Rutan Medaeng ini berdasarkan penetapan hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang sudah dipegang oleh jaksa.

Jaksa Penuntut Umum Rachmat Harry Basuki dalam persidangan menyatakan pada majelis hakim, bahwa pihaknya kini telah memegang surat penetapan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan nomor 386/Pen.PID/2019/PT.DKI, terkait dengan pemindahan penahanan Ahmad Dhani di Surabaya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan kasus Ahmad Dhani ini akan tetap menjadi kasus politik. Dia menyebutkan apalagi ditemukan kejanggalan dalam penerapan hukum acara terlihat sekali ambigu.

“Peran jaksa terlihat sekali dominan, seolah-olah dia melakukan eksekusi terhadap Ahmad Dhani. Padahal jaksa Surabaya tidak punya hak eksekusi sama sekali. Dia hanya punya hak pinjam untuk menghadirkan seorang terdakwa dalam ruang sidang, ” kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis ((7/2/2019).

Fahri menjelaskan sebagai terdakwa Ahmad Dhani tidak bisa dieksekusi, sebab dia dituntut di bawah 4 tahun. Fahri menilai dalam kasus penahanan Ahmad Dhani nuansa politiknya begitu kuat.

“Saya mencemaskan adanya nuansa tekanan di pengadilan, dan ini tidak boleh kita biarkan. Pengadilan harus independen dari semua bentuk tekanan. Oleh sebab itu saya mohon kepada semua penegak hukum untuk status Ahmad Dhani ini, karena dia sudah banding di PT Jakarta, harus balik ke Jakarta. Karena urusan yang sudah selesai itu ada di Jakarta,” kata Fahri

Politisi asal NTB ini menegaskan tidak ada alasan untuk mengesekusi ulang dia (Ahmad Dhani-red) dengan lokasi di Surabaya, itu tidak dibenarkan.

“Tidak sesuai dengan prosedur hukum tapi nuansanya menjadi politik dan hal seperti inilah yang merusak kelembagaan hukum di negara kita ini,” katanya. (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar