Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Eren Akui Berkali-kali Tusuk Tubuh Member Fitnes Araya Club House

Surabaya (beritajatim.com) – Diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan, Eren yang didakwa membunuh secara keji member fitnes Araya Club House akhirnya mengakui perbuatannya. Pria usia 39 tahun ini juga membenarkan telah membeli sebilah pisau di Superindo yang ditusukan berkali-kali ke beberapa bagian tubuh Fardi Chandra (korban).

Eren juga mengaku telah menunggu korban di bawah tangga di tempat latihan fitnes.

“Saya nunggu Ferdi di bawah tangga, kurang lebih jam 9 udah mau selesai latihan,” kata Eren, saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar di ruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (23/9/2021).

Sekitar lima menit menunggu, terdakwa Eren kemudian melihat korban menuruni anak tangga dan langsung terjadi cek-cok diantara keduanya.

Setelah terjadi perselisihan, korban menuju parkiran mobil. Namun, terdakwa Eren belum puas dan mengambil pisau yang telah ia siapkan sebelumnya di dalam loker.

“Ambil pisau sewaktu Ferdi sudah berada di parkiran,” ujarnya.

Sambil menyelipkan pisau di pinggang, Eren menghampiri korban yang saat itu sudah berada di dalam mobil miliknya. Keduanya kembali cek-cok hingga berkahir dengan aksi penikaman.

Meski korban tidak melakukan perlawanan dan sempat lari menyelamatkan diri, terdakwa Eren mengaku tetap mengejar korban hingga ke dalam tempat fitnes. Dia terus menyerang korban dengan brutal dan baru berhenti menyerang setelah melihat korban pingsan.

“Iya (menikam) berkali-kali,” aku Eren sambil menangis dan mengaku menyesali perbuatannya sambil menyampaikan permintaan maaf pada keluarga korban.

Di akhir sidang pemeriksaan terdakwa, Jaksa Zulfikar membacakan hasil visum yang menyebabkan korban Fardi Chandra meninggal dunia.

Sidang pun seyogyanya dilanjutkan dengan agenda penuntutan. Namun karena terdakwa Eren Bin Alay mengatakan mempunyai dua saksi yang meringankan, majelis hakim mempersilahkan saksi meringankan tersebut dihadirkan satu pekan mendatang.

“Ok, terdakwa saya berikan kesempatan menghadirkan dua orang saksi a de charge dalam sidang berikutnya,” tutup ketua majelis hakim Agung Gde Pranata.

Usia persidangan, Jaksa Zulfikar mengatakan peristiwa pembunuhan yang dilakukan terdakwa Eren telah direncanakan.

“Kami berkeyakinan pembunuhan itu sudah direncanakan. Dan ini sudah diakui terdakwa dan keterangan saksi-saksi yang sudah kita periksa dalam persidangan maupun alat bukti rekaman CCTV serta barang bukti pisau yang digunakan,” tandasnya.

Dalam kasus ini, Jaksa menjerat terdakwa Eren dengan dakwan pasal berlapis. Yakni, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar