Hukum & Kriminal

Enam Pelaku Digulung, 36 Gram Sabu Disita

Tuban (beritajatim.com) – Satuan Reserse dan Narkoba Polres Tuban berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran narkoba dalam beberapa minggu terakhir. Kasus terbanyak adalah peredaran sabu-sabu atau SS, yakni lima pengungkapan.

Dari penangkapan para pengedar itu, barang bukti yang disita sebanyak 36,56 gram sabu siap edar. “Dari lima kasus itu terdapat 6 orang tersangka. Para pelaku itu merupakan kurir jaringan pengedar sabu. Ini salah satu langkah kita untuk menciptakan Tuban zero narkoba,” terang Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, Jumat (24/1/2020).

Dari enam pelaku yang diringkus, pembawa sabu terbanyak adalah BA (20), warga Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Kurir narkoba ini diringkus petugas di depan bengkel yang ada di Kelurahan Gedongombo, Semanding. Saat itu BA hendak mengirimkan barang haram tersebut.

“Dari tangan BA, kami menyita satu poket Sabu dengan berat bruto 30,15 gram. Untuk di wilayah Tuban jumlah itu sudah bisa dikatakan lumayan besar,” sambung Kapolres Tuban saat melakukan rilis ungkap kasus itu.

Pelaku lain yang berhasil diringkus adalah MS (40), sopir asal Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Dari tangannya petugas menyita sabu 1,02 gram beserta perangkat alat isap. Kemudian dari RH (34), sopir asal Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, barang bukti yang diamankan empat poket sabu seberat 2,78 gram, dua ekstasi, dan perangkat alat isap.

Tersangka lain adalah ST (31), seorang kernet truk warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Tuban. Barang bukti yang diamankan sebanyak tiga poket sabu dengan berat 0,98 gram. Dia ditangkap di Desa Bogorejo, Merakurak. Kemudian dua tersangka lain adalah FAT (18) dan BDU (20) asal Surabaya, dengan barang bukti dua poket sabu 1,63 gram dan satu unit sepeda motor.

“Dari enam pelaku pengedarnya ada tiga yaitu B, FAT dan BDU. Sedangkan lainnya pengguna. Para pelaku dijerat UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar