Hukum & Kriminal

Emak-emak Kawal Sidang Gugatan Pandowo Bangkit Perkara Limbah B3 PT PRIA

Ratusan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang mengawal sidang gugatan Legal Standing Pendowo Bangkit. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan masa warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mengawal sidang perdana atas perkara limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) di depan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Warga yang didominasi emak-emak ini menuntut ditutupnya pabrik pengolahan limbah B3 tersebut.

Ketua Penduduk Lakardowo Bangkit (Pendowo Bangkit), Nurasim mengatakan, warga mengeluh adanya pencernaan lingkungan yang dilakukan pabrik yang beroperasi sejak tahun 2010 lalu ini. “PT PRIA telah melakukan penimbunan limbah B3, khusunya di Dusun Kedung Palang,” ungkapnya, Kamis (30/1/2020).

Masih kata Nurasim, padahal izin PT PRIA baru keluar tahun 2104. Namun izin tersebut terkait tentang Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah B3 bukan izin penimbunan. Setiap harinya kurang lebih ada 60 transpoter PT PRIA masuk ke Desa Lakardowo dengan membawa berbagai macam limbah B3.

“Mulai dari fly ash, bottom ash, limbah medis, limbah cair, limbah padat, prodak expaied, merkuri, karbit, slug kertas dan jenis limbah B3 lainnya. Limbah B3 dari perusahaan Jawa dan Bali. Setiap hari warga Lakardowo menghirup udara bercampur debu B3 yang ditimbulkan dari aktifitas PT PRIA,” katanya.

Limbah B3 yang ditimbun dalam tanah tanpa menggunakan alas pembatas telah mencemari lingkungan di Desa Lakardowo. Dampaknya, sejak enam tahun lalu warga tidak bisa menggunakan air sumur karena sudah tercemar. Warga sudah menyampaikan masalah tersebut mulai dari kantor kepala Desa, Bupati, DPRD, DPR RI, Gubernur DLH propinsi, KLHK RI bahkan ke Presiden.

“Tetapi semua instansi menganggap tercemarnya lingkungan di Desa Lakardowo dikarenakan prilaku dan sanitasi warga yang kurang baik. Sehingga kami melakukan upaya gugatan yang diajukan ke PN Mojokerto. Harapannya, yang mulia bisa mengabulkan gugatan warga,” pungkasnya.

Sementara itu, sidang perdana yang digelar di Ruang Cakra PN Mojokerto dengan agenda pemeriksaan keabsahan berkas-berkas. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Joko Waluyo dengan hakim anggota, Andi Naimmi Masruro Arifin dan Juply S Pansariang akan kembali digelar pada, Rabu (5/2/2020) pekan depan. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar