Hukum & Kriminal

Emak-emak Ini Tak Tahu Aksinya Terekam CCTV

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno merealese pelaku emak-emak bobol minimarket. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi pelaku emak-emak yang bobol sebuah minimarket di Jalan Raya Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berhasil diamankan dari hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV). Pelaku beraksi dengan menggunakan kubus linggis, tang, dan palu.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, pelaku berhasil diamankan setelah petugas melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV dan dari pinjer print data base. Pelaku sudah terdata di data base dan diamankan di rumah keluarga di Mojokerto (Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto),” katanya, Kamis (2/1/2020).

Masih kata Kapolres, pelaku sementara tunggal dengan motif jebol plafon minimarket dengan rencana mengambil isi Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun karena tidak bisa mengambil isi ATM dan brankas serta keburu waktu sehingga yang diambil pelaku beberapa rokok yang bisa diuangkan.

“Imbauan kepada masyarakat Mojokerto, musim hujan datang, bahaya mengintai. Pelaku memanfaatkan situasi yang tidak menjaga keamanan. Dirasa aman, dikunci, pulang, malam dibobol. Ini penting, musim penghujan jangan sampai terlena,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat menambahkan, sebelum beraksi pelaku yang memiliki empat orang anak ini berbelanja terlebih dahulu. “Pelaku sebelumnya membeli pembalut wanita sembari mengamati situasi di lokasi. Penangkapan pelaku, selain melihat rekaman CCTV juga tetangga yang curiga,” ujarnya.

Kanit menjelaskan, tetangga pelaku curiga ada bungkusan rokok yang dibuang di halaman rumah. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto mengidentitas pelaku dan akhirnya melakukan penangkapan dari rekaman CCTV minimarket.

“Motif yang dilakukan pelaku dengan cara masuk ke dalam minimarket melalui tembok belakang bangunan dan membuka atap atau galvalum dengan menggunakan ubut yang tertinggal. Pelaku masuk dan merusak atau membongkar plafon dan pelaku keluar dari jalan yang sama (naik melalui plafon yang jebol),” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar