Hukum & Kriminal

Emak-Emak di Malang Bikin Catering Sambil Nyabu

Malang (beritajatim.com) – Banyaknya pesanan catering yang dikerjakan, justru jadi petaka bagi ibu dua orang anak di Kabupaten Malang. Meski punya keahlian memasak, untuk menambah staminanya, SPD (47) warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang ini justru memakai narkoba jenis sabu-sabu.

SPD dibekuk Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Malang di rumahnya. Saat penangkapan, Polisi menyita 3 bungkus poket sabu-sabu seberat satu gram. Polisi juga menyita barang bukti berupa 2 buah plastik transparan serta sekrop kecil dari sedotan plastik dan juga korek gas.

Pada Polisi, SPD mengaku jika sabu-sabu itu ia konsumsi sendiri. “Saya konsumsi sendiri. Sudah satu tahun pakai sabu. Saya pakai kalau pas ada pesanan catering banyak. Biar stamina tetap bugar,” terang SPD, Rabu (10/7/2019) di ruang penyidikan Satreskoba Polres Malang.

Menurut SPD, satu gram sabu-sabu ia beli dari seseorang pria berinisial W yang tinggal di Lumajang. “Satu gram sabu saya beli seharga Rp 1,2 juta. Biasanya saya pakai selama 3 minggu,” beber SPD.

SPD membeli sabu dari hasil kerja membuat pesanan makanan catering. “Sebulan bisa dapat Rp 3 juta dari catering. Sebagian saya belikan sabu, sisanya untuk anak-anak jajan,” urainya.

Menurut SPD, ia mengenal sabu sudah cukup lama. “Saya sudah kenal narkoba lewat teman-teman sejak tahun 1999. Tapi baru makai sabu lagi setahun yang lalu. Awalnya coba-coba saja, dikasih teman dulunya,” kenang SPD.

Selama menjadi pengguna narkoba, SPD berdalih jika suaminya yang bekerja sebagai sopir, tidak tahu jika ia memakai sabu. “Kalau nyabu dirumah suami saya tidak tahu. Saya selalu sembunyi-sembunyi pakainya. Anak-anak juga tidak tahu. Biasanya nyabu pagi hari di gudang rumah saat sepi orang,” papar SPD.

Atas perbuatannya, SPD di jerat pasal 112 ayat (1) UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Tersangka ini nyabu kalau pas pesanan cateringnya lagi ramai,” tambah KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar