Hukum & Kriminal

Emak-emak di Banyuwangi Nekat Gelapkan Motor

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ada-ada saja ulah dua ibu asal Banyuwangi ini. Berdalih menyewa motor di tempat rental, justru motornya tak dikembalikan. Bahkan, mereka telah bermufakat menjual motor tersebut.

“Pada 26 Februari 2021 Satreskrim Polresta Banyuwangi telah mengungkap kasus, di mana pada 8 Desember 2020 mendapat satu pelapor yang kehilangan motor,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Jumat (26/2/2021).

Hasil penyelidikan, kata Arman, petugas berhasil mengamankan dua orang wanita. Keduanya berinisial LA dan MJ asal Kecamatan Rogojampi. “Pada tanggal 27 Januari, menerima pengaduan dari masyarakat telah melapor sebagai korban penipuan dan penggelapan. Barang buktinya ada 7 unit sepeda motor dari korban,” terangnya.

Modusnya, kedua ibu ini menyewa motor seharga Rp 100 ribu per hari. Tapi kemudian digadaikan dan dijual seharga Rp 4 Juta sampai Rp 5 Juta per unit.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin bersama jajarannya menunjukkan barang bukti surat tanda nomor kendaraan (STNK) hasil penggelapan saat konferensi pers di Mapolresta, Jumat (26/2/2021). (rindi)

“Total kerugian dari semuanya antara lain Rp 105 juta dengan estimasi harga motor Rp 15 juta. Motor ditemukan menyebar di beberapa wilayah di Banyuwangi. Ada di Kalibaru, Muncar, Sempu dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pelaku LA mengaku terpaksa melakukan tindakan itu. Alasannya terlilit kebutuhan yang mendesak.

“Jadi awalnya gak ada niatan gadaikan ini. Saya sewa motor itu untuk usaha jual beras. Kemudian karena tanggungan beras, karena selalu ditekan untuk bayar beras. Jadi motor saya gadaikan, kalau dapat uang nanti akan ditebus gitu lho pak. Hasil gadai, uangnya juga buat muter dagangan dan bayar uang sewa motor sehari Rp 100 ribu,” katanya.

Kini kedua emak-emak tersebut harus mendekam di ruang tahanan Polresta Banyuwangi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (rin/kun)

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar