Hukum & Kriminal

Eksepsi Ditolak, Hakim Putuskan Sidang Mak Susi Dilanjutkan

Surabaya (beritajatim.com) Eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang diajukan Tri Susanti alias Mak Susi, terdakwa kasus penyebaran berita bohong alias hoaks terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) ditolak oleh majelis hakim dalam putusan sela yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (9/12/2109).

” Menolak seluruh eksepsi tim penasehat hukum terdakwa Tri Susanti alias Mak Susi,”kata Ketua majelis hakim Yohannes Hehamony.

Selain menolak eksepsi Terdakwa, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim untuk melanjutkan perkara ini ke pemeriksaan pokok perkara, dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

” Melanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara, memerintahkan JPU untuk  menghadirkan para saksi ke persidangan,” sambung hakim Yohannes.

Dipersidangan terpisah, Hakim Yohannes Hehamony juga menolak eksepsi terdakwa Andria Ardiansyah melalui tim penasehat hukumnya yang sebelumnya menyoal PN Surabaya tidak punya kewenangan.

Sama dengan Mak Susi, Persidangan Andria Ardiansyah juga akan dilanjutkan dengan pembuktian pokok perkara yang akan disidangkan hari Rabu (11/12/2019) atau dua hari lagi.

“Kami akan hadirkan dua saksi dulu untuk sidang hari Rabu,”kata JPU Novan A Arianto saat dikonfirmasi usai persidangan.

Terpisah, Sahid selaku ketua tim penasehat hukum Mak Susi mengaku legowo dengan putusan majelis hakim, meski ada sedikit ketidakpuasan atas ditolaknya soal delik aduan terkait lego standing pelapor dalam unusr pasal 28 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

“Kami selaku tim penasehat hukum legowo. Cuman kembali lagi ke soal dakwaan pasal 28 itu jelas, unsurnya jelas, bahwa disitu yang punya legal standing ada individu, kelompok, sedangkan dalam kasus ini siapa pelapornya, ini yang gak jelas. Jaksa justru menganggap kami menggiring opini,”kata Sahid saat dikonfirmasi usai persidangan.

Saat ditanya kesiapan terkait pembuktian pokok perkaranya, Sahid mengaku akan mendiskusikan dengan tim pembela lainnya.

“Kami akan diskusikan dulu dengan tim masalah persiapan pemeriksaan saksi,”pungkasnya.

“Intinya kami siap untuk membuktikan apa yang dilakukan Mak Susi ini sebagai bentuk membela NKRI.

Untuk diketahui, Mak Susi didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui  sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu.

Sedangkan terdakwa Andria Ardiansyah diduga bersalah karena telah menggugah insiden Kerusuhan di akun YouTube  tanpa melihat fakta yang sebenarnya. [uci/ted]Eksepsi Ditolak, Hakim Putuskan Sidang Mak Susi Dilanjutkan

Surabaya (beritajatim.com) Eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang diajukan
Tri Susanti alias Mak Susi, terdakwa kasus penyebaran berita bohong alias hoaks terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) ditolak oleh majelis hakim dalam putusan sela yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (9/12/2109).

” Menolak seluruh eksepsi tim penasehat hukum terdakwa Tri Susanti alias Mak Susi,”kata Ketua majelis hakim Yohannes Hehamony.

Selain menolak eksepsi Terdakwa, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim untuk melanjutkan perkara ini ke pemeriksaan pokok perkara, dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

” Melanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara, memerintahkan JPU untuk  menghadirkan para saksi ke persidangan,” sambung hakim Yohannes.

Dipersidangan terpisah, Hakim Yohannes Hehamony juga menolak eksepsi terdakwa Andria Ardiansyah melalui tim penasehat hukumnya yang sebelumnya menyoal PN Surabaya tidak punya kewenangan.

Sama dengan Mak Susi, Persidangan Andria Ardiansyah juga akan dilanjutkan dengan pembuktian pokok perkara yang akan disidangkan hari Rabu (11/12/2019) atau dua hari lagi.

“Kami akan hadirkan dua saksi dulu untuk sidang hari Rabu,”kata JPU Novan A Arianto saat dikonfirmasi usai persidangan.

Terpisah, Sahid selaku ketua tim penasehat hukum Mak Susi mengaku legowo dengan putusan majelis hakim, meski ada sedikit ketidakpuasan atas ditolaknya soal delik aduan terkait lego standing pelapor dalam unusr pasal 28 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

“Kami selaku tim penasehat hukum legowo. Cuman kembali lagi ke soal dakwaan pasal 28 itu jelas, unsurnya jelas, bahwa disitu yang punya legal standing ada individu, kelompok, sedangkan dalam kasus ini siapa pelapornya, ini yang gak jelas. Jaksa justru menganggap kami menggiring opini,”kata Sahid saat dikonfirmasi usai persidangan.

Saat ditanya kesiapan terkait pembuktian pokok perkaranya, Sahid mengaku akan mendiskusikan dengan tim pembela lainnya.

“Kami akan diskusikan dulu dengan tim masalah persiapan pemeriksaan saksi,”pungkasnya.

“Intinya kami siap untuk membuktikan apa yang dilakukan Mak Susi ini sebagai bentuk membela NKRI.

Untuk diketahui, Mak Susi didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui  sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu.

Sedangkan terdakwa Andria Ardiansyah diduga bersalah karena telah menggugah insiden Kerusuhan di akun YouTube  tanpa melihat fakta yang sebenarnya. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar