Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Egga Ayu, Terdakwa Investasi Bodong di Bojonegoro Terima Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sidang perdana dugaan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus investasi yang dilakukan oleh terdakwa Egga Ayu Nawang Aulia digelar secara online di Ruang Sidang Cakra, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Rabu (22/6/2022).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Estafana Purwanto yang didampingi Majelis Hakim Ainun Arifin dan Sonny Eko Andrianto dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Menurut Panitera Persidangan, Victorman Tanobadodo Mendrofa, dalam sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Egga Ayu hadir sendiri tanpa pendampingan penasehat hukum.

“Terdakwa hadir sendiri tanpa menghadirkan penasehat hukum. Selama ancaman hukumannya dibawah sembilan tahun boleh tanpa pendampingan penasehat hukum,” ujarnya.

Dalam pembacaan dakwaan, lanjut Victorman, terdakwa asal Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban itu tidak mengajukan eksepsi. “Setelah pembacaan surat dakwaan, sidang selanjutnya akan digelar kembali pada 29 Juni 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi,” katanya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohamad Arifin dalam dakwaannya menyebut bahwa terdakwa diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang terhadap delapan orang korban dengan total kerugian senilai Rp386,4 juta.

Kasus itu, sesuai dengan data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Bojonegoro dilakukan terdakwa sejak September 2021 hingga Maret 2022. Dengan investasi yang dijanjikan kepada member keuntungan yang didapat sebesar lebih dari 20 persen dari rentang investasi selama 5 hari hingga 30 hari.

Kasus itu kemudian mencuat karena waktu pembayaran kepada member mengalami keterlambatan dan saat ditagih terdakwa tidak bisa dihubungi. Para member yang merasa ditipu kemudian melaporkan hal itu ke Polres Bojonegoro. Dalam kasus ini, terdakwa diancam Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar