Hukum & Kriminal

Edarkan Uang Palsu, Yusuf Dihukum 2 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukiman dua tahun pada Muhammad Yusuf, Terdakwa kasus pemalsuan uang, Selasa (8/12/2020).

Dalam pertimbangan majelis hakim disebutkan, Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana tertuang dalam pasal 245 KUHPidana. “Menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun, denda Rp 10 juta dengan subsider satu bulan kurungan,” ujar hakim dalam amar putusannya.

Vonis ini conform atau sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut pidana penjara dua tahun, denda Rp 10 juta dan subsider tiga bulan kurungan. Perlu diketahui, Terdakwa melakukan perbuatannya pada 30 Mei 2020 sekira pukul 18.00 Wib di Pasar Mutiara Perumnas Kota Driyo Rejo Gresik.

Terdakwa memberikan uang modal sebesar Rp. 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah) kepada Saksi Boyma Boni Tambunan (Penuntutan Terpisah) di Driyorejo Kota Baru Gresik untuk mencetak uang rupiah palsu palsu, kemudian sekira pukul 19.00 Wib uang tersebut digunakan oleh Saksi Boyma untuk membeli Printer Merk EPSON tipe L3110, kertas concorde dan tinta print warna hitam di Ciputra World Surabaya. Bahwa cara Saksi Boyma memalsukan uang rupiah yaitu awalnya Saksi Boyma menyediakan Printer merk EPSON tipe 3110 yang bisa Foto Copy berwarna, lalu Saksi Boyma menyediakan uang rupiah asli pecahan Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah), uang asli pecahan Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dan uang asli pecahan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah), kemudian Saksi Boyma foto copy uang asli tersebut dengan foto copy berwarna dilembaran depan missal uang rupiah asli pecahan @ Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) lalu di foto copy warna kembali dilembar baliknya dengan ukuran yang disesuaikan menggunakan bahan kertas jenis concord, dengan menggunakan satu lembar kertas tersebut bisa membuat uang rupiah palsu menjadi 2 (dua) lembar.

Setelah ukuran sesuai, hasil pencetakan dipotong dengan menggunakan gunting kertas secara manual, kemudian uang palsu tersebut dipasang benang berbahan isolasi bening grenjeng rokok pada posisi benang uang rupiah palsu tersebut.

Setelah uang palsu berhasil dicetak selanjutnya uang palsu tersebut dibagikan kepada Terdakwa dan Hendro (DPO) untuk diedarkan, Terdakwa mengedarkan uang rupiah palsu pecahan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah) sejumlah 80 (delapan puluh) lembar sedangkan Hendro (DPO) mengedarkan uang rupiah palsu pecahan Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah). Bahwa cara Terdakwa mengedarkan uang rupiah palsu tersebut yaitu dengan mempergunakan uang rupiah palsu untuk pengembalian transaksi penjualan ayam potong di Pasar Mutiara Perumnas Kota Driyo Rejo Gresik. [uci/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar