Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu, Warga Sukodono Awali Ramadan di Tahanan

Sidoarjo (beritajatim.com) –  Heri Wahono warga Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, akan mengawali bulan Ramadan di balik jeruji besi tahanan. Kenapa? Dia diamankan anggota Satreskoba Polresta Sidoarjo karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis SS (sabu-sabu). Heri diringkus saat berada di tempat kosnya di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi.

Dari penggeledahan, polisi menyita sabu seberat 3,7 gram. “Barang bukti sabu kami sita, dan pelaku ditahan untuk kepentingan proses hukum,” kata Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo AKP Indra Nadjib, Rabu (22/4/2020).

Indra menambahkan, penangkapan tersangka bermula dari informasi yang disampaikan masyarakat, tentang maraknya peredaran sabu-sabu di kawasan Candi. Laporan itu kemudian diselidiki anggota di lapangan. Dari penyelidikan akhirnya muncul nama tersangka yang ternyata pengedar sabu di kawasan Sidoarjo dan sekitarnya.

“Setelah dilakukan pengintaian, tersangka berhasil disergap anggota di tempat kosnya usai melakukan transaksi,” ungkapnya.

Sejumlah barang bukti berhasil didapatkan polisi saat penggeledahan di kamar kos tersangka di antaranya 12 bungkus plastik sabu siap edar, dan sisa sabu yang ada di pipet kaca dengan total berat 3,7 gram.

Dihadapan petugas, tersangka mengakui barang haram yang disita tersebut adalah miliknya. Kristal haram itu dibelinya dari Kopak (DPO) dengan harga Rp 1,2 juta. Caranya dengan sistem ranjau di bawah pohon depan pabrik salon Buduran.

oleh tersangka sabu tersebut dipecah-pecah menjadi 12 bagian dan siap untuk diedarkan. “Tersangka dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 UU RI nomor 35 tentang Narkotika,” tegas Indra. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar