Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu, Napi Asimilasi di Jombang Kembali Ditangkap

Jombang (beritajatim.com) – Baru menghirup udara bebas dari penjara dalam program asimilasi Covid-19, Muhammad Andri alias Cak Mat (30), warga Desa Sumbersari, Kecamamatan Megaluh, Jombang kembali ditangkap polisi. Dia kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid menjelaskan, penangkapan tersangka merupakan pengembangan jaringan terkait pelaku lain. Polisi kemudian mengendus keberadaan Cak Mat serta menangkapnya.

“Jadi, dia keluar dari Lapas kelas II B Jombang, awal April lalu melalui program asimilasi COVID-19 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Namun saat berada di luar dia justru mengedarkab sabu ke sejumlah pelanggannya,” ujar Mukid sembari menunjukkan sejumlah barang bukti, Minggu (17/5/2020).

Sabu tersebut diambil dari Sidoarjo dengan sistem ranjau. Selanjutnya, kristal haram itu disalurkan ke sejumlah jaringannya. Cak Mat akhirnya kena batunya. Karena polisi mengendus praktik haram yang dilakukannya. Setelah data valid, penangkapan pun dilakukan.

“Selain menangkap pelaku, kami juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranta, 1 buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 5,78 gram, kemudian uang tunai sebesar Rp300 ribu,serta 1 buah HP merk Oppo warna putih. Dia ditangkap di rumahnya,” jelas Mukid.

Mukid menambahkan, pihaknya juga mengamankan pemuda inisial Maekel Amin Farid (29) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Jombang, yang baru saja mengambil sabu dari Cak Mat. Dari penjual es tersebut, polisi menyita barang bukti 1 botol plastik kecil warna hitam yang di dalamnya ada 1 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,40 gram.

Kemudian 3 buah potongan sedotan plastik, 1 buah korek api warna biru sebagai kompor, serta 1 buah ponsel merk Samsung warna putih. “Atas tindakannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Republik Indonesia nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun,” pungkas Mukid. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar