Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu, Kakek Sael Masuk Bui

Sidoarjo (beritajatim.com) – Usia (maaf) sudah uzur, tapi kesukaan Moch. Sael (52) warga Jalan Brigjen Katamso RT 21 RW 05 Dusun Pengkol Desa Kedungrejo Kecamatan Waru, masih nyeleneh.

Dia mendekam di penjara, gegara dapat utangan sabu senilai Rp 5 juta dari temannya. Sabu dinikmati juga dipinjamkan ke teman lainnya. Walhasil, temannya tertangkap polisi, Kakek Sael ikut keseret karena sebagai pengedar sabu dengan sistem hutang.

Kasatreskoba Polresta Sidoarjo AKP Indra Nadjib menceritakan penangkapan terhadap kakek Sael berdasarkan keterangan tersangka Deny Yulianto yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kasus penyalahgunaan sabu. “Penangkapan tersangka Sael ini berdasarkan keterangan tersangka Deny yang terlebih dahulu tertangkap,” katanya Kamis (4/6/2020).

Indra menambahkan, tersangka Sael ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo di kawasan Sepanjang, Taman.

Saat digeledah, polisi tak temukan barang bukti sabu. Lantas polisi menggelandang tersangka ke rumahnya untuk mencari barang bukti. “Di rumah tersangka Kakek Sael, polisi menemukan satu poket sabu dengan berat 1,01 gram,” terangnya.

Saat diinterogasi petugas, barang haram milik Sael didapatkan dari Dimas, temannya asal Surabaya dengan sistem hutang. Barang didapat setelah pesan lewat telpon, lalu dikirim sistem ranjau.

Tersangka Sael membeli sabu seberat 5 gram seharga Rp 5 juta. “Tersangka itu hutang sabu ke Dimas, bayarnya kalau sabu sudah habis atau terjual semua,” ungkapnya.

Usai tersangka Sael mendapat utangan sabu dari Dimas, selanjutnya sabu dikonsumsi sendiri dan sebagian dijual, diantaranya kepada Deny. Deny membeli sabu dari Kakek Sael juga dengan cara hutang atau bayarnya belakangan. “Deny tertangkap, sabunya diakui dapat utangan sabu dari tersangka Kakek Sael,” pungkasnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar