Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu Antar Desa di Gresik, Warga Sukodadi Lamongan Dibui

Kapolsek Dukun AKP Mutlakin (kiri) didampingi anggotanya saat mengampit pelaku peredaran sabu asal Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Lamongan

Gresik (beritajatim.com) – Ini peringatan bagi siapa saja yang masih nekad mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Gresik. Pasalnya, aparat penegak hukum setempat berkomitmen memerangi peredaran sabu bukan isapan jempol.

Terbukti, aparat Polsek Dukun, Gresik meringkus Dian Agus Prayitno (27) seorang pemuda asal Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Lamongan yang berprofesi sebagai spesialis pengedar sabu antar desa. Dari hasil penangkapan itu, petugas juga menyita empat plastik klip berisi sabu dengan berat timbang 0,3 gram.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Dukun AKP Mutlakin membenarkan anggotanya telah menangkap tersangka Dian Agus Prayitno. “Pelaku diringkus saat mengedarkan sabu di Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik,” ujarnya, Jumat (19/3/2021).

Penangkapan ini kata Mutlakin, berawal dari informasi masyarakat yang curiga melihat tersangka kerapkali mondar-mandir di Desa Wonokerto. Melihat kecurigaan ini, warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Dukun.

“Sewaktu digeledah, petugas berhasil menemukan empat poket sabu dibungkus plastik klip dililit rapi sepotong kresek plastik warna hitam disimpannya dalam saku celana pendek sebelah kiri. Akhirnya, warga asal Sukodadi Lamongan itu, dibawa ke Polsek Dukun guna menjalani pemeriksaan,” ungkapnya.

Sementara, pelaku Dian Agus Prayitno mengakui barang haram itu miliknya. Dirinya, berdalih untuk dikonsumsi sendiri untuk menambah stamina saat bekerja di pabrik. “Saya konsumsi sendiri pak, untuk gairah kerja agar tidak cepat loyo. Sekarang menyesal tidak ingin mengulangi perbuatan ini lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, sabu yang didapatkan ini berasal dari seorang laki-laki asal Kota Lamongan dengan sistem ranjau seharga Rp 800 ribu. Selain empat poket sabu dengan berat total 1,13 Gram bruto, petugas juga mengamankan satu unit seluler warna hitam, satu plastik klip kosong dan sepotong kresek plastik bekas warna hitam sebagai barang bukti.

Kini tersangka Dian Agus Prayitno mendekam di penjara usai menjalani pemeriksaan. Pelaku juga dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar