Hukum & Kriminal

Edarkan Ribuan Pil Koplo, Dua Warga Menganti Gresik Kembali Diringkus Polisi

Gresik (beritajatim.com) – Peredaran pil koplo di wilayah Kecamatan Menganti, Gresik masih tinggi. Hal ini dibuktikan adanya ribuan pil halunisasi yang siap edar yang dilakukan dua tersangka.

Kedua tersangka yang diringkus polisi di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Masing-masing Bagus Donny Kurniawan (22) alias Bagong. Pemuda asal Perum Taman gading Blok EL Desa Gadingwatu Kecamatan Menganti, Gresik. Kemudian Joni (20) asal Desa Boteng, Kecamatan
Menganti, Gresik.

Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisna mengatakan, ada dua tersangka pengedar pil koplo yang siap pakai. Keduanya itu, ditangkap di dua TKP yang berbeda.

“Tersangka Bagus Donny Kurniawan alias Bagong. Kami ringkus setelah rekannya yakni Rukmanto warga Desa Gempol Kurung, Menganti terlebih dulu diamankan,” katanya, Senin (31/08/2020).

Usai mengamankan Rukmanto lanjut Tatak, anggotanya kemudian tersangka Bagus Donny Kurniawan di tempat tinggalnya berdasarkan penuturan Rukmanto.

“Dia Bagus Donny Kurniawan tak sendiri mengedarkan pil koplo. Tapi, dibantu rekannya Rukmanto yang terlebih tertangkap,” ujarnya.

Dari penangkapan kedua tersangka itu kata Tatak. Pihaknya juga menyita barang bukti dua bungkus pil koplo berisi 900 butir serta satu buah ponsel.

Di TKP yang berbeda, petugas juga meringkus Joni (20) pemuda asal Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Gresik. Tersangka yang masih belia ini ternyata satu jaringan dua tersangka sebelumnya yang sudah tertangkap.

“Tersangka Joni kami tangkap merupakan hasil pengembangan dua tersangka sebelumnya,” ujar Tatak.

Dari tangan tersangka itu, petugas juga menyita barang bukti berupa 900 butir pil koplo, dan satu buah ponsel untuk transaksi jual beli.

“Dari pengakuannya yang bertindak sebagai pengedar adalah tersangka Joni,” ungkap Tatak.

Sementara itu, salah satu tersangka Joni menuturkan, dirinya mendapatkan pil koplo itu dari Surabaya mengingat jarak Menganti ke Surabaya sangat dekat.

“Saya mendapatkan barang pil koplo itu beli di Surabaya. Selanjutnya, diedarkan ke daerah Menganti dengan harga paket hemat,” paparnya.

Atas dasar itu, kini kedua tersangka tersebut dijerat pasal 196, dan atau pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar