Hukum & Kriminal

Edarkan Narkoba, Warga Bungah Dituntut 8 Tahun Penjara

Gresik (beritajatim.com) – Terdakwa Moh.Fatoni (33) warga asal Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik, hanya bisa tertunduk lesu. Fatoni yang berprofesi sebagai sopir itu dituntut Pengadilan Negeri (PN) Gresik, 8 tahun penjara serta denda Rp 800 juta karena dinilai terbukti mengedarkan serta menyimpan narkoba jenis sabu.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU) Nurul Istiana, terdakwa dianggap melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain dituntut hukuman badan, lelaki asal Desa Mojopurowetan tersebut juga diminta membayar denda Rp 800 juta. Jika denda tidak dibayar, diganti dengan kurungan 6 bulan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 800 juta dan subsidair 6 bulan,” kata JPU Nurul Istiana.

Kendati demikian, terdakwa tidak mau menerima begitu saja. Pihaknya akan menggunakan haknya. Mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang yang akan datang. Pasalnya, dirinya merasa tidak merasa bersalah seperti dakwaan JPU.

“Saya mengajukan pembelaan tertulis, Yang Mulia,” tutur Fathoni.

Ia menjelaskan, semula dirinya tidak mau mengenal barang haram itu. Namun, semua karena salah pergaulan, menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam penjara.

“Saya baru kenal mas itupun diajak teman,” imbuhnya.

Sidang yang dipimpin Fransiskus Arkadeus Ruwe tersebut ditunda. Dilanjutkan pada Kamis (18/7) mendatang. Sebelumnya, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Gresik di wilayah Kecamatan Bungah.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan enam poket sabu dengan berat masing-masing 0,38 dan 0,36 gram sebanyak 5 bungkus. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar