Hukum & Kriminal

Edarkan 30 Kilo Sabu, Herman Sutjiono Dituntut Seumur Hidup

Terdakwa Herman Sutjiono

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo menuntut pidana penjara seumur hidup pada Herman Sutjiono, Selasa (27/8/2019). Pria kelahiran 56 tahun silam ini dianggap terbukti melakukan pemufakatan jahat dalam pengedaran sabu seberat 30,40 gram dengan modus memasukkan sabu kedalam lampu LED.

” Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009,” ujar Damang dalam tuntutannya.

“Memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara selama seumur hidup,” lanjutnya.

Usai mendegarkan pembacaan surat tuntutan, ketua majelis hakim Dede Suryaman bersama-sama dengan penasehat hukum terdakwa sepakat menunda sidang sepekan mendatang dengan agenda pembacaan vonis hakim.

” Kita sepakat putus pada hari Selasa 3 September 2019, sebab masa tahanan terdakwa berakhir pada 10 September mendatang,” ucap ketua majelis hakim Dede Suryaman menutup persidangan.

Untuk diketahui, pada 24 Januari 2019 jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengungkap kasus penyelundupan 30,041 kilogram sabu-sabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.

Barang haram itu disimpan pelaku di dalam lampu downlight sebanyak 22 koli. Saat dilakukan pengecekan menggunakan x-ray, diketahui benar ada narkotika jenis sabu-sabu di dalam lampu downlight.

Kemudian melalui controlled delivery, pihak kepolisian menangkap tersangka Herman Sutjiono alias Liang sesuai alamat yang tertera di paket, yakni di Ruko Gunung Anyar Jaya No. 52 Surabaya pada hari Kamis tanggal 31 Januari 2019.

Kepada polisi, Herman Sutjiono mengaku terlibat perkara narkoba setelah bertemu Bobby, Lusy dan Saripul Dongoran (semuanya masih buron) di sebuah rumah karaoke.

Hasil pertemua itu Herman Sutjiono mengaku diberi pekerjaan dengan upah Rp 20 juta oleh Bobby untuk mengirim sabu-sabu asal Malaysia. Barang haram tersebut dikirim dengan menyamarkannya bersama barang berupa lampu downlight.

Sebelum meringkus Herman, polisi menangkap lebih dulu Sonny di Mall Taman Anggrek pada 29 Oktober 2018 kemudian menangkap Herman pada 31 Januari 2019. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar