Hukum & Kriminal

Edarkan 18 Kilogram Sabu, 5 Terdakwa Terancam Hukuman Mati

Surabaya (beritajatim.com) – Lima orang terdakwa sindikat penyelundup sabu-sabu (SS) seberat 18 Kilogram terancam hukuman mati. Kelima terdakwa itu adalah Febriadi (35) alias Ipet, Hasan (31), Hasul (44), Iskandar (55) dan Wati Sriayu (23).

Selain itu, turut pula jadi terdakwa dengan berkas terpisah (Splitsing), sepasang suami istri asal Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, yaitu Adolf Newyn Panahatan alias Aldo dan Erlinta Larasanti. Ketujuh orang terdakwa ini merupakan sindikat penyelundup narkoba lintas negara, Malaysia-Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim mendakwa mereka menggunakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1). Adapun ancaman hukuman maksimal pada ketujuh terdakwa itu ialah hukuman mati. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Winarko, membacakan surat dakwaannya.

Kuasa hukum ketujuh terdakwa, Budi Sampurno tidak sepakat dengan surat dakwaan Jaksa. Dia mengatakan, tidak akan mengajukan eksepsi, akan tetapi dia meminta pada majelis hakim pimpinan Dwi Purwadi supaya JPU menberikan salinan BAP Kepolisian. “Kami tidak mengajukan eksepsi, tapi kami minta Salinan BAP,” kata Budi Sampurno.

Tujuh orang sindikat ini ditangkap oleh petugas BNN Gabungan. Penangkapan dilakukan di Jalan Sukarno Hatta RT 12, Bukit Kayu Kapur, Bukit Kapur, Dumai, Riau, pada Sabtu (2/2/19). Petugas kemudian menyita barang bukti antara lain tiga tas ransel hitam, 15 bungkus berisikan kristal putih narkotika jenis sabu-sabu kurang lebih 18.345 gram.

Petugas juga menyita 12 unit handphone berbagai merek, buku rekening bank, kartu ATM, dan paspor. Rencananya, sabu seberat 18 Kg itu mereka edarkan di daerah Madura dan Surabaya. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar