Hukum & Kriminal

Dugaan Suap Pengurusan Izin Impor Bawang Putih Tahun 2019, KPK Tahan 6 Tersangka

Gedung KPK.

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam tersangka terkait dengan pengurusan izin import bawang putih tahun 2019. Mereka terdiri dari tiga orang penyuap dan tiga penerima suap.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, tersangka pemberi Chandry Suanda (CSU) alias Afung (swasta), Doddy Wahyudi (DDW, swasta), dan Zulfikar (ZFK, swasta). Adapun tersangka penerima suap I Nyoman Dhamantra (INY, Anggota DPR 2014-2019), Mirawati Basri (MBS, orang kepercayaan Nyoman), dan Elviyanto (ELV, swasta).

Terhadap CSU, DDW dan ZFK disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
“Sebagai pihak yang diduga penerima INY, MBS dan ELV disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Agus, semalam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK langsung melakukan penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan kepada enam tersangka. Terhadap tersangka I Nyoman ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, Mirawati ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK, dan Elviyanto ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK.
Adapun Chandry Suanda (CSU) alias Afung (swasta) ditahan di Rutan Klas I Cabang KPK, Doddy Wahyudi (DDW, swasta) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, dan Zulfikar (ZFK, swasta) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. “Ditahan 20 hari pertama,” ujar Febri. (hen/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar