Hukum & Kriminal

Kasus OTT

Dugaan Pungli Pasar Lenteng, Polisi Telusuri Aliran Uang ‘Setoran’

Sumenep (beritajatim.com) – Penyidik Polres Sumenep masih mendalami dan mengembangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Pasar Lenteng.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sampai saat ini ada 10 saksi yang sudah diperiksa,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Kamis (2/7/2020).

Pada Minggu (28/06/2020) siang, polisi melakukan OTT dugaan pungutan liar atas penggunaan los baru di UPT Pasar Lenteng, Sumenep. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan tiga tersangka, yakni S, JB, dan MR. Tersangka S dan JB adalah Pegawai Harian Lepas (PHL) di UPT Pasar Lenteng, sementara MR adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPT Pasar Lenteng.

“Modusnya, para tersangka memaksa para pedagang membayar sejumlah uang untuk bisa menempati los baru di Pasar Lenteng,” terangnya.

Dalam OTT itu, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 17,3 juta dari para tersangka. Rinciannya, Rp 10 juta dari tersangka S, Rp 5,3 juta dari tersangka J, dan Rp 2 juta dari salah seorang pedagang yang menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Sesuai hasil pemeriksaan sementara dari para saksi maupun tersangka, ada 18 pedagang yang menjadi korban pungutan liar para tersangka,” ungkap Darman.

Ia mengaku juga tengah menelusuri aliran dana pungli dari pedagang pasar yang dipungut oleh tiga tersangka. Dari hasil pemeriksaan, uang hasil pungli itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh MR. “Pengakuan tersangka dalam pemeriksaan, uang yang dipungut dari pedagang itu untuk kepentingan pribadi. Hasil pemeriksaan, belum ada uang yang disetor ke atas,” ucapnya.

Polisi menjerat para tersangka dengan pasal 12 huruf e UU 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar