Hukum & Kriminal

Dugaan Penganiayaan, Ini Alasan Motivator dan Siswa Sepakat Damai

Malang (beritajatim.com) – Setelah terjadi kesepakatan damai antara motivator Agus Setiawan dengan keluarga siswa SMK 2 Muhammadiyah, Malang. Tim kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan kepada Polres Malang Kota. Surat penangguhan penahanan itu dikirim pada Kamis (31/10/2019) kemarin.

Kuasa hukum Agus, Alhaidary mengatakan, keluarga telah mencabut laporan dan sepakat berdamai. Alasan damai, adalah Agus telah meminta maaf kepada semua siswa dan keluarga. Agus telah mengakui kesalahanya. Selain itu, keluarga siswa merasa lelah dengan proses hukum yang sedang berjalan.

“Orangtua siswa merasa lelah dan takut ada dampak negatif dengan psikologi anak-anak. Untuk itu terus mereka memutuskan mencabut laporan. Apalagi pak Agus sudah minta maaf dan mencium tangan satu-satu siswa dan orangtua,” ujar Alhaidary, Jumat, (1/11/2019).

Menurutnya, ada prinsip keadilan restoratif. Penghentian perkara lebih dikedepankan bila telah terjadi perdamaian di antara pihak-pihak yang beperkara untuk memenuhi rasa keadilan. Kuasa hukum berharap ada perubahan penangguhan penahanan. Dari tahanan polisi menjadi tahanan kota.

“Kami kirim surat, ajukan penangguhan hukuman dengan jaminan istri dan anaknya. Kami minta mohon ke penyidik untuk ditangguhkan agar menjadi tahanan kota. Soal apakah dilanjut atau tidak, faktanya ada pencabutan dan perdamaian. Karena ada penerapan azas bahwa perkara pidana bisa diselesaikan di luar pengadilan,” papar Alhaidary.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan dirinya belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan. Dia menyebut ada kemungkinan melakukan pengalihan penahanan dari tahanan polisi menjadi tahanan kota bila melihat bebagai pertimbangan.

Salah satu pertimbanganya adalah, Agus pernah mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan ini menyebabkan pinggang patah hingga mengganggu pendengaran Agus.

“Jika memang tersangka dalam kondisi sakit, kami akan berkoordinasi dengan dokter. Bisa dengan pengalihan penahanan ke rumah sakit, namun statusnya masih dalam penahanan. Semua bisa dilakukan atas dasar kemanusiaan demi kesehatan tersangka dan atas rekomendasi dokter,” tandas Dony.

Sebelumnya, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Dia dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar