Hukum & Kriminal

Dugaan Oknum Dokter Cabul, Polres Mojokerto Periksa 8 Saksi

Sejumlah saksi usai diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto memeriksa sejumlah saksi terkait laporan dugaan kasus persetubuhan dan pencabulan yang dilakukan oknum dokter erhadap anak dibawah umur. Sebanyak delapan orang saksi dipanggil, namun hanya lima orang yang datang.

Mereka merupakan asisten oknum dokter yang membuka praktik di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Ke lima staf dan asisten oknum dokter tersebut tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki masing-masing berinisial BT, IR, AF, IA dan SP.

Mereka datang ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto, Senin (25/11/2019) sejak pagi. Mereka langsung masuk ke ruang Unit PPA untuk menjalani pemeriksaan petugas, namun setelah menjalani pemeriksaan, mereka keluar lewat pintu belakang.

Sementara tiga orang saksi yang mangkir tersebut yakni perempuan, AN (30) yang mengantarkan korban, PL (15) ke tempat praktek oknum dokter, AND (60). Dua orang saksi lain yakni kakak AN yakni Y dan istrinya, C. Ketiganya sudah dipanggil dua kali namun tidak datang.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, sebanyak delapan orang saksi yang diperiksa tersebut beberapa diantaranya merupakan orang dekat oknum dokter. “Hari ini kita melakukan pemeriksaan yang kemarin tertunda,” ungkapnya.

Pemanggilan kali kedua tersebut, lantaran di pemanggilan pertama, Sabtu (23/11/2019) pekan lalu, tiga orang saksi tidak bisa hadir. Sehingga pihaknya menjadwalkan untuk pemanggilan kedua. Namun ketiganya tetap mangkir dari pemanggilan penyidik.

“Selain itu, juga ada tambahan 5 orang saksi staf klinik dan asisten dokter. Perannya masing-masing, kita masih mendalami, kami masih meminta keterangan mereka,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar