Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan di Bojonegoro, Penyidik: Tinggal Tunggu Keterangan Ahli untuk Tetapkan Tersangka

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan peningkatan jalan Desa Taji menuju Desa Bakalan Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro senilai Rp5,5 miliar menemui titik terang.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kasi Pidsus Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan mengatakan, tingkat pelanggaran sebenarnya sudah ditemukan. Hanya saja, kata dia, masih butuh keterangan ahli untuk menyampaikan temuan tersebut.

“Sekarang sudah melayangkan surat ke ahli laboratorium untuk membaca kandungan campuran bahan bangunan peningkatan jalan Taji-Bakalan,” ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Penyidikan tersebut merupakan tindaklanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari temuan awal, proyek yang menggunakan dana APBD 2019 dengan pagu senilai Rp 6,9 miliar itu ada temuan lebih bayar sekitar Rp 1,2 miliar.

“Lebih bayar ini yang diselidiki. Apakah yang menyebabkan kelebihan bayar, volume atau item pekerjaan yang pembayarannya lebih,” kata Kajari Bojonegoro, Sutikno dalam kesempatannya.

Sesuai dengan data dari laman LPSE Kabupaten Bojonegoro, proyek peningkatan jalan Taji – Bakalan Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro itu dimenangkan oleh CV Bhadra Raya.

Kontraktor asal Kabupaten Sidoarjo itu berhasil menyingkirkan sebanyak 84 peserta tender dengan nilai kontrak senilai Rp 5,5 miliar. Cara pembayaran yang dilakukan dengan sistem gabungan lumsum dan harga satuan. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar