Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua KONI Jombang Jadi Tersangka

Jombang (beritajatim.com) – Kejakasaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) setempat Tito Kadarisman menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah, Selasa (8/12/2020).

Pernyataan itu ditegaskan Kepala Kejari Jombang Yulius Sigit Kristanto dalam jumpa pers di kantornya. Namun demikian, Yulius memastikan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

Dalam keterangan persnya, Yulius mengatakan, status Tito ditingkatkan sebagai tersangka namun belum dilakukan penahanan. Menurut Kepala Kejari, Tito diduga melakukan penyalahgunaan dana hibah KONI tahun 2017 hingga 2019.

“Dalam kasus dugaan penyalahgunaan tersebut, tersangka melanggar Undang-Undang pemberantasan korupsi. Yakni pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 ayat 1 huruf B UU 31 Th 1999 diubah UU 20 Th 2021 tentang pemberantasan korupsi,” kata Yulius.

Berapa kerugian negara dalam kasus tersebut? Yulius menyebut, ada temuan kerugian negara sebesar Rp 270 juta. Besaran kerugian itu dimungkinkan bertambah. Pasalnya, kejaksaan terus melakukan pendalaman.

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Jombang, naik ke tingkat penyidikan sejak Senin (21/9/2020). Sejak itu, penyidikan terus dilakukan. Termasuk melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi.

Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah adalah Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farisi. Dana hibah yang diterima KONI Jombang jumlahnya bervariasi. Pada 2017 sebesar Rp 2 miliar, kemudian 2018 juga Rp 2 miliar dan pada 2019 sebesar Rp 3,5 miliar. [suf/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar