Hukum & Kriminal

3 Panggilan Kali Mangkir

Dua Saksi Kasus Oknum Dokter Cabul di Mojokerto Terancam Jemput Paksa

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengancam akan melakukan jemput paksa terhadap dua orang saksi kasus oknum dokter cabul, AND (60). Menyusul, keduanya mangkir dari tiga kali panggilan tim penyidik.

“Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto sudah memeriksa 6 saksi. Lima saksi dari asisten dokter dan 1 saksi yakni majikan korban yang diperiksa tadi pagi. Korban memang menyatakan bekerja sebagai ART di rumah saksi,” ungkapnya, Rabu (27/11/2019).

Di hari ketiga, saksi yang diperiksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto adalah AR (30) warga Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Perempuan tersebut merupakan yang mengantarkan korban, PL (15) ke tempat praktik oknum dokter di Kecamatan Mojosari.

“Kami masih mengupayakan memanggil 2 orang saksi lagi yang sudah kami panggil dua kali tidak hadir. Kami akan menerbitkan surat perintah membawa atau panggil paksa untuk dimintai keterangan. Saat ini kami masih mendalami, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti,” ujarnya.

Kasat menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pengembangan petugas penyidik. Untuk sementara pemeriksaan AR sudah cukup, lanjut Kasat, namun jika ada pengembangan tergantung hasil penyidikan lebih lanjut.

Dua saksi yang mangkir di tiga kali panggilan tersebut yakni kakak AR, Y dan istrinya C. Keduanya sebelumnya dipanggil pada, Sabtu (23/11/2019), Senin (25/11/2019) dan hari ini, Rabu (27/11/2019), namun keduanya tidak juga datang memenuhi panggilan. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar