Hukum & Kriminal

Dua Penyidik Kriminal Khusus Polda Jatim Dilaporkan ke Propam, Ini Penyebabnya

Surabaya (beritajatim.com) – Yuyun Pramesti dari kantor advokat A. Rachman & Partner mendatangi bidang Propam Polda Jatim, Selasa (5/11/2019). Kedatangan mereka untuk melaporkan dua penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim atas dugaan pemerasan terhadap para pelaku tindak pidana UU ITE.

“Dua penyidik yang dilaporkan adalah inisial A dan R,” ujar Yuyun.

Yuyun menjelaskan, pemerasan terjadi saat proses pemeriksaan terhadap para tersangka. Beberapa pelaku sempat dimintai uang dengan nilai variatif ada yang Rp 400 juta sampai Rp 500 juta.

“Jadi semacam uang damai, pada saat itu ada yang berkisar 500 (juta), 400 (juta). Itu pernyataan orang-orang yang berdialog dengan penyidik saat itu,” beber Yuyun pada wartawan di Polda Jatim, Selasa (5/11/2019).

Selain itu, lanjut Yuyun, ada temuan penyidikan yang dilakukan terhadap kliennya tidak sesuai prosedur. Mulai dari penangkapan sampai pemeriksaan, hingga penahanan.

“Jadi contohnya, sejak awal mereka tidak pernah ditawarkan untuk mendapat pendampingan dari seorang penasihat hukum,” ujar Yuyun.

Temuan lainnya adalah, para tersangka atau pelapor ini dijerat dengan UU ITE Pasal 27 ayat 3, dimana disebutkan mewajibkan adanya pelaporan atau orang yang merasa dirugikan.

“Jadi sifatnya delik aduan. Tapi dalam perkara ini, sesuai dengan surat penahanan dan yang lain, LP-nya itu bersifat LP tipe A, ini temuan Polisi. Itu sangat tidak berkesesuaian sekali,” tambahnya.

Untuk itu, Yuyun yang mewakili empat klien ini meminta kepada Bid Propam melakukan penindakan terhadap anggota penyidik yang bekerja tidak sesuai prosedur tersebut, bahkan meminta ada sanksi yang dijatuhkan.

Yuyun juga menuturkan, dari 9 orang yang diduga terjerat kasus UU ITE, dimana melakukan transaksi fiktif untuk mengeruk keuntungan cashback dari Tokopedia, dua orang dibebaskan.

“Yang lain jadi tersangka, dalam kapasitas yang sama. Itu menjadi tanda tanya besar buat kami, kenapa bisa terjadi seperti itu,” tandasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah adanya pemerasan tersebut, menurutnya dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Propam pun tak ada bukti adanya tindak pemerasan tersebut. “Ga ada pemerasan itu,” ujar Barung melalui sambungan teleponnya. [but/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar