Hukum & Kriminal

Dua Penggali Kubur Pengguna Narkoba di Magetan Hirup Udara Bebas, Begini Kata Polisi

Kasat Reserse Narkoba Polres Magetan AKP Dodik Wibowo

Magetan (beritajatim.com) – Dua orang penggali kubur asal Ngariboyo Magetan tidak ditahan usai ditangkap polisi karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Kedua tersangka yakni S (54) warga Ngariboyo dan A (41) warga Banjarejo sempat diamankan Polres Magetan usai kedapatan menggunakan sabu pada 9 Februari 2022 di salah satu rumah tersangka berikut ada beberapa barang bukti diantaranya sabu yang masih ada dalam alat hisap.

Kemudian perjalanan waktu keduanya tampak bebas kembali ke rumah masing-masing. Tersangka S dan AA (41) beraktifitas seperti biasa, berbagai pertanyaan miring dari para tetangga muncul di lingkungan mereka. Mulai dari dugaan salah tangkap hingga diduga membayar sejumlah uang kepada polisi.

Dodik Wibowo Kasat Reserse Narkoba Polres Magetan membantah dugaan warga. Saat ini keduanya statusnya pasien dan jalani rehabilitas pada yayasan di Madiun.

” Tidak benar itu, yang benar keduanya jalani rehabilitas sebagai pasien pecandu narkoba. Itu pun berdasarkan keputusan tim asesmen terpadu yakni BNN, Kepolisian dan Kejaksaan. Atau istilahnya restorative justice,” jelasnya, Senin (21/02/2022).

Baca Juga:

    Menurutnya, pelaksanaan restorative justice itu sendiri, telah diatur melalui peraturan bersama Ketua MA, Kemenkumham, Kemenkes, Kemensos, Jaksa Agung, Kapolri, BNN. Dalam peraturan bersama tersebut mengatur tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika kedalam lembaga rehabilitasi.

    ” Untuk dua orang yang sebelumnya kami amankan memenuhi unsur penyalahgunaan keduanya terbukti bukan penjual maupun pengedar hanya memakai beberapa kali dengan barang bukti kurang dari satu gram, hasil tes urin positif,” jelasnya.

    Oleh tim asesmen terpadu BNN provinsi merekomendasikan keduanya untuk menjalani rehabilitasi di tempat rehabilitas yang telah ditunjuk.

    ” Dengan rekomendasi tersebut keduanya menjalani rehabilitasi di yayasan Bambu Nusantara di Madiun. Mulai dari rawat jalan dan rawat inap. Kebetulan kedua pasien tersebut rawat jalan seminggu dua kali,” pungkasnya. (fiq/ted) .

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar