Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dua Pengangguran Curi Motor, Dipreteli dan Dijual Eceran di Facebook

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari pelakunya, namun juga karena ada kesempatan. Mungkin itu ungkapan yang pas untuk tersangka Fajar Sekti (18) dan Bambang Triatmojo (19). Pasalnya, mereka gelap mata nekat mencuri sepeda motor yang terparkir dengan kunci yang masih terpasang.

Berhasil mengambil sepeda motor tersebut, kawanan pengangguran ini membongkar kendaraan tersebut bagian per bagian. Dimana bagian-bagian itu dijual secara eceran di grup forum jual beli barang bekas di media sosial Facebook.

“Barang bukti sepeda motor dipreteli dan dijual eceran di Facebook ini merupakan modus baru, kami libatkan tim cybercrime dalam pengungkapan kasus pencurian ini,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Jumat (29/11/2019).

Arief menghimbau kepada masyarakat jangan sampai membeli barang diluar harga normal di medsos, karena besar kemungkinan barang tersebut merupakan hasil tindak pidana. Pembelinya justru bisa dipidana karena diduga penadah atau penampung barang curian. “Masyarakat harus bisa selektif jika melakukan pembelian di medsos dengan harga dibawah normal, bisa jadi itu barang pencurian,” kata Arief.

Kronologis kasus pencurian tersebut berawal dari korban Idrus Putra, pelajar asal Desa Maron Kecamatan Kauman memarkir sepeda motornya di daerah jalan KH. Hasan Besari Kelurahan Kauman Ponorogo. Dia tidak sadar jika kunci motornya itu belum dicopot.

Melihat ada sepeda motor dengan kunci terpasang, tersangka Fajar menghubungi Bambang. Mereka menjalankan rencana pencurian, Fajar yang mengambil motor, sedangkan Bambang yang bertugas mengawasi keadaan di sekitar TKP. “Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.(end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar