Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dua Pemuda Bangkalan Jalannya Pincang, Ini Sebabnya

Barang bukti sepeda motor yang disita polisi

Bangkalan (beritajatim.com) – Polisi menembak kaki dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bangkalan. Keduanya berjalan terpincang-pincang saat digelandang ke Polres setempat. Tindakan tegas itu dilakukan karena pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap.

Pencurian tersebuyt berawal ketika pelaku melihat kunci sepeda motor masih menempel di lubang kontak. Pelaku AR (25) dan S (18) lalu membawa kabur motor tetangganya, yakni AF (18) warga Dusun Lajaran, Desa Tlokoh Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.

“Dua pelaku ini melintas di depan rumah korban dan melihat kunci motor masih menempel di kendaraan. Kemudian dibawa kabur,” terang Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino, Rabu (23/9/2021).

Lanjut Kapolres, korban mengetahui kejadian tersebut sengaja tidak berteriak namun mengikuti kedua pelaku. Setelah diikuti, motor korban dimasukkan ke rumah pelaku lain yakni J (22) yang juga tetangga korban.

“Ternyata kedua pelaku ini sudah berkomunikasi dengan J sebelumnya, dan J menampung motor curian tersebut,” tambahnya.

Usai mengetahui motornya disimpan di rumah pelaku, korban kemudian melapor ke Polsek Kokop. Tak menunggu lama, tim gabungan Polsek Kokop dan Satreskrim Polres Bangkalan menggerebek rumah pelaku. “Saat digerebek, dua pelaku melakukan perlawanan, sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan keduanya,” ujarnya.

Diketahui dua pelaku yang dilumpuhkan yakni S dan J. Sementara AR tidak melakukan perlawan. Ketiganya kemudian dibawa ke Polres Bangkalan untuk diamankan. “Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Scoopy dengan nopol M-2611-GT lengkap dengan STNK dalam jok serta kunci menempel di kendaraan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, ketiganya harus mendekam di penjara dan diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar