Hukum & Kriminal

Dua Mahasiswa IAIN Madura Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Kampus

Pamekasan (beritajatim.com)Polres Pamekasan mengamankan dua mahasiswa IAIN Madura, sekaligus menetapkan sebagai tersangka kasus perusakan dan pembakaran fasilitas kampus saat berunjukrasa di lingkungan Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Jumat (30/7/2021) lalu.

Dalam aksi yang menuntut pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai sangat memberatkan mahasiswa, massa aksi melakukan perusakan fasilitas kampus seperti memecahkan kaca jendela auditorium hingga pembakaran pos satpam.

Aksi anarkis tersebut dipicu akibat Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim tidak menemui massa saat menyampaikan aspirasi. Mereka menilai rektorat cenderung apatis dan tidak peduli kepada mahasiswa yang sedang kesulitan membayar UKT akibat pandemi Coronavirus Disiase 2019.

“Sementara kami masih mengamankan dua mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas IAIN Madura, saat demonstrasi Jum’at lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana usai menemui massa ‘Aliansi Soludaritas Mahasiswa IAIN Madura’, yang berunjukrasa ke Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kemungkinan adanya tersangka lain yang akan diamankan akibat aksi anarkis di IAIN Madura. “Saat ini kami masih fokus melakukan pengembangan kasus perusakan dan pembakaran fasilitas kampus, sementara yang kami amankan dua orang,” ungkapnya.

Berdasar laporan dan keterangan saksi serta alat bukti, khususnya setelah melakukan gelar perkara. Status dua mahasiswa dinaikkan sebagai tersangka. “Status tersangka ini karena ekskalasi dari kasus yang ada, penangkapan kami lakukan pada Senin (2/8/2021),” pungkasnya. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar