Hukum & Kriminal

Dua Kali Hasil Rapid Tes Reaktif, Pengedar Sabu Tak Bisa Dititipkan di Rutan

Sumenep (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep mengaku sempat kesulitan untuk menitipkan R (38), warga Desa Baragung, Kecamatan Guluk-guluk, tersangka pengedar sabu.

“Hasil rapid test tersangka R ini reaktif. Sehingga tidak bisa dititipkan di Rutan Klas IIB Sumenep. Dua kali rapid, hasilnya reaktif semua,” ujar Kasubag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo, Jumat (4/9/2020).

Namun ia bersyukur, saat tersangka R menjalani rapid ketiga, hasilnya non-reaktif. Setelah itu, R baru bisa dititipkan di Rutan Sumenep.

Wahyu menjelaskan, selama reaktif, tersangka R menjalani isolasi sesuai dengan protokol Covid-19 di Kantor BNNK Sumenep, Jl. Seludang. “Ini kan butuh waktu selama proses. Karena itu, kami tidak langsung mempublish ke masyarakat melalui media, terkait penangkapan tersangka R,” katanya.

Ia menjelaskan, selama masa penanganan kasus narkotika di tengah pandemi Covid-19, juga bersamaan dengan hari libur sehingga butuh waktu. “Proses penanganan kasus ini memang butuh waktu. Situasi Covid-19 berbeda dengan sebelumnya. Apalagi juga bertepatan dengan hari libur,” ucapnya.

Ia membantah kabar yang menyebut bahwa BNNK tidak transparan dalam penanganan tersangka R. “Kami sudah bekerja sesuai prosedur dan mempertimbangkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Tersangka R diciduk di sebuah rumah kosong yang hanya berjarak 20 meter dari rumah R di Desa Baragung, Kecamatan Guluk-guluk. Di rumah kosong itu ditemukan barang bukti berupa sabu 0,37 gram di lantai. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar