Hukum & Kriminal

Dua Kaki Ditembak, Pencuri Merintih dan Tak Tahan Rasakan Sakit

Dua lelaki spesialis pencuri sepeda gunung di kawasan Sukolilo, Surabaya, Jumat (1/5/2020). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – “Sakit, pelan-pelan kaki saya masih sakit, Ndan,” ucap Hartono (40) pelaku pencurian saat disuruh jalan untuk mengikuti gelar perkara di Mapolsek Sukolilo, Surabaya, Jumat (1/5/2020).

Warga Jalan Mulyorejo Selatan II / 16 Rt 05 Rw 03 Surabaya ini ditembak kedua kakinya bersama Nur Eko Cahyono (22) karena dinilai melawan petugas. Keduanya melawan dan saat hendak ditangkap malah melarikan diri.

Mereka pun dilumpuhkan satu kakinya agar tak melarikan diri. Hanya saja Hartono tetap lari meski kaki kirinya tertembak. Sampai akhirnya timah panas juga menyasar di kaki kanannya.

“Mereka melawan saat petugas hendak menangkapnya. Kedua lelaki ini merupakan spesialis pencurian sepeda angin atau sepeda gunung di perumahan. Menggunakan gunting besi, pelaku memotong rantai pengaman sepeda. Kemudian membawa sepeda korban,” jelas Kapolsek baru AKP Subiyantana, saat jumpa pers.

Menurut data hasil interogasi, para pelaku melakukan aksi pencurian dua tempat. Mereka berhasil menggasak dua sepeda gunung yang bermerk dan harganya sampai Rp 2 jutaan lebih. Dalam aksinya, dua pelaku ini kompak. Mereka memiliki peran berbeda yakni pengawasan, pengeruskaan pengaman, pengambilan dan membawa barang curian.

“Pertama pelaku mencuri di Semolowaru Bahari blok V No. 2 dan Jalan Keputih tegal timur V Kav 199. Mereka mencuri dengan membawa motor mendatangi lokasi. Kemudian keduanya lompat pagar dan mencuri sepeda,” tandasnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar