Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

DPO Pengeroyokan Kasus Zainal Fattah Belum Tertangkap, Keluarga Tuntut Keseriusan Polisi

Mendiang Zainal Fattah, Kini Keluarga sedang menantikan keadilan

Surabaya (beritajatim.com) – Polres Pelabuhan Tanjung Perak belum mampu menangkap tiga buron yang diduga ikut andil dalam pengeroyokan Mahasiswa Stikosa AWS Zainal Fattah. Padahal kasus tersebut sudah berjalan kurang lebih empat bulan sejak pertama kali dua tersangka Achmad Gufron dan Mohammad Imron diamankan oleh pihak kepolisian.

Menanggapi hal ini, Zainia Risqiyah (17) atau yang akrab dipanggil Nia selaku adik kandung Fattah mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Mengingat ketiga buron yakni RZ, AR, dan SND masih berkeliaran bebas di luar. Padahal, ia mengaku sudah pernah mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk memberikan informasi terkait salah satu buron.

“Ga masuk mas (penanganan polisi) dalam kasus ini. Kok susah sekali buron yang menyebabkan kakak saya meninggal gak bisa ditangkap,” ujar Nia saat dikonfirmasi oleh beritajatim pada Senin, (13/09/2021).

Dalam kasus ini Nia juga mempertanyakan bahwa ia hanya mendapatkan satu kali Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada bulan Juli lalu saat Tiga tersangka lain yang sudah ditangkap hendak menjalani sidang. “Terakhir dapat ya bulan Juli kemarin pas mau sidang itu mas, sampai sekarang belum,” Imbuhnya.

Ditanya soal SP2HP penanganan perkara, Ipda Agung Suciyono selaku Kanit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu. “Mohon waktu saya cek dulu,” ujarnya.

Agung Suciyono juga memberikan penjelasan ketika ditanya perkara tiga DPO yang masih buron hingga kini. Pihaknya masih terus berusaha untuk menangkap ketiga DPO yang masih berkeliaran bebas setelah mengeroyok Fattah hingga meninggal. “Belum mas (tertangkap) kita masih berusaha, kita sampai ke Sampang sesuai dengan hasil cek pos kemarin,” imbuhnya.

Sayangnya, ketika beritajatim.com mencoba mengkonfirmasi lebih lanjut tentang penanganan kasus ini kepada AKP Giadi Nugraha selaku Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak lewat pesan singkat Whatsapp, Giadi hanya membaca dan tidak membalas pesan yang dikirimkan. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar