Hukum & Kriminal

DPD KAI Jatim Gelar Ujian Calon Advokat

Malang (beritajatim.com) – Kongres Advokat Indonesia, Hasil Kongres Nasional Ke-III di Hotel Mega Anggrek di Jakarta pada tanggaI 19-20 April 2019, telah dilaksanakan secara sepatutnya sesuai dengan ketentuan Konstitusi Organisasi Advokat. Tujuannya untuk membawa KAI menjadi lebih baik lagi. Salah satunya, menggelar pelaksanakan Ujian Kompetensi Dasar Prost Advokat (UKDPA) Advokat tahun 2019.

Bertempat di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Surabaya, UKDPA dimulai hari Sabtu dan Minggu (7-8 Desember 2019). Ujian dilaksanakan sesuai dengan rundown yang sudah ditentukan panitia pelaksana dan diikuti 42 Calon Advokat serta dihadiri Vice Presiden Kongres Advokat Indonesia, Dr. Airman Remy SH,MH dan juga Ketua Bidang Pendidlkan, Dr.Lukito SH,MH.

Ujian bagi Calon Advokat yang dilakukan KAI, merupakan manifestasi program Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia, Propinsi Jawa Timur. Hal itu juga menjadi bagian kaderisasi sekaligus rekrutmen Calon Advokat sesuai ketantuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 bentang Advokat.

Vice Presiden Kongres Advokat Indonesia, Dr. Arman Remy bahkan ikut menguji langsung calon advokat. “Kami ingin benar-benar memastikan proses rekrutmen berjalan dengan semestinya. Kami juga tidak akan main-main, karena sudah menjadi komitmen KAI untuk melaksanakan ujian kompetensi dasar profesi advokat dengan transparan, objektif, akuntabel, serta bebas dari nepotisme,” tegasnya, Rabu (11/12/2019) siang melalui siaran pers.

Diharapkan, kata Arman, dari program yang sedemikian ketat, dari KAI nantinya akan lahir advokat yang handal, terpercaya di masa depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Advokat Misno Arul Irwansyah SH,MH menjelaskan, dengan ujian kompetensi dasar profesi advokat, berharap melahirkan advokat Indonesia yang punya Integritas dan bisa melaksanakan amanah profesi dengan tetap menjunjung nilai-nilai profesionalisme.

“Semoga kedepan akan muncul advokat yang menjunjung nilai profesionalisme dari KAI ini. Melalui ujian kompetensi, calon advokat juga memegang teguh amanah sesuai sumpah profesi advokat,” ungkap Arul Irwansyah.

Ia melanjutkan, antusiasme dan tingginya kepercayaan calon peserta Advokat kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia, Jawa Timur.

“Pengumuman ujian baru kita publis sekitar bulan Nopember 2019 dan ditutup awal Desember 2019, kuota pendaftar calon Advokat sudah hampir mencapai 89 orang peserta. Antusiasme sangat tinggi. Namun demikian kami sangatlah ketat dalam hal persyaratan administratif, sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Pasal 3 Undang-Undang No. 18 Tahun 2018, sehingga pada tahap pemeriksaan administratif, dari beberapa peserta sudah harus terdiskualifikasi dan tidak bisa ujian kompetensi calon advokat,” beber Arul.

Ketatnya seleksi calon Advokat yang dilakukan, tambah Arul, sebagai akibat menjamurnya Organisasi Advokat. Dikarenakan Kongres Advokat Indonesia sendiri, lebih mengutamakan Kualitas dibandingkan dengan sekedar mengejar kuantitas anggota. Sehingga, panitia pelaksana benar-benar selektif dan tidak mau kecolongan dalam proses penjaringan Calon Advokat yang dilaksanakannya.

“Untuk menakar Kompetensi calon Advokat, Kongres Advokat Indonesia tidak sebatas menguji calon Advokat melalul test tulis, namun saat ini telah menggunakan standar Iebih, yaitu dengan melakukan test Interview atau wawancara. Hal itu untuk melihat kompetensi calon advokat,” ujarnya.

Masih kata Arul, wawancara juga meliputi pengetahuan materi hukum, attitude, karakter, interpersonal. Dan juga untuk melihat kecerdasan emosional sekaligus keterampilan berkomunikasi atau communication skill. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar