Hukum & Kriminal

Doktor Komunikasi Unej: Pemeras Tak Usah Dilabeli Wartawan

Muhammad Iqbal (kanan)

Jember (beritajatim.com) – Empat orang laki-laki yang mengaku wartawan ditangkap polisi karena kasus pemerasan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi Universitas Jember, menegaskan, kasus pemerasan dengan modus berkedok wartawan sudah saatnya dibasmi oleh aparat kepolisian.

Iqbal mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan pengayoman dan perlindungan dari kejahatan pemerasan. “Sudah saatnya pula, seluruh media massa dan media online mengubah diksi atau label ‘wartawan gadungan’ menjadi ‘penjahat pemeras’,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Mengapa? “Boleh jadi, tanpa disadari pelabelan ‘wartawan’ berpotensi menginspirasi munculnya penjahat pemeras baru lainnya dengan memakai modus yang sama, berkedok wartawan, lengkap dengan kartu identitas palsu abal-abal,” tegas Iqbal.

Iqbal mengingatkan, edukasi dan literasi media atas pelabelan ini sangat penting untuk terus didengungkan, mengingat modus ancaman pemerasan ini semakin marak terjadi. “Modus pemerasan ini bisa menimpa siapapun, dan kapanpun kepada warga biasa, pejabat, pengusaha atau tokoh dan figur publik. Motifnya hanya memburu uang untuk mata pencaharian,” katanya.

Empat orang mengaku wartawan media online memeras warga di Kabupaten Jember, karena memeras salah satu warga. Korban yang berdua dalam mobil saat keluar dari Hotel Beringin dipaksa membayar Rp 17 juta jika tak ingin perbuatannya diberitakan. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar