Hukum & Kriminal

Dokter Cabul di Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Akhirnya, Polres Mojokerto menetapkan oknum dokter cabul, dr AND (60) sebagai tersangka dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan ini ditetapkan tersangka setelah petugas berhasil pengumpulan empat barang bukti.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, empat barang bukti tersebut yakni keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk dan surat. “Iya benar, hari ini dokter kita naikkan statusnya sebagai tersangka. Hari ini, kita tetapkan tersangka dan hari ini juga kita gelar perkara,” ungkapnya, Senin (30/12/2019).

Masih kata Kapolres, sesuai dengan Pasal 184 KUHP kewajiban mengumpulkan barang bukti untuk membuat peran tindak pidana ada lima. Transaksi, petunjuk, ahli, surat dan keterangan terdakwa. Namun, dalam kasus dengan korban warga Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, PL (15) tersebut tidak mengunakan keterangan terdakwa.

“Dari empat bukti yang dikumpulkan petugas sudah kuat untuk menetapkan dr AND sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan anak. Dalam proses hukum ada namanya saksi yang meringankan silahkan, namanya tersangka, ataupun pihak terlapor menggunakan saksi a de charge itu haknya,” katanya.

Meski pihak terlapor dalam proses hukumnya menggunakan saksi meringankan atau a de charge, pihaknya memastikan, proses hukum tetap berjalan sesuai fungsinya. Yang pasti, lanjut Kapolres, kewajiban polisi hanya mengumpulkan barang bukti untuk membuat terang suatu tindak pidana.

“Insya Allah, dari empat alat bukti yang kita punya sudah kuat untuk menetapkan tersangka. Untuk urusan apa saja barang bukti kita lihat di persidangan. Kita masih melakukan penyidikan terhadap kasus persetubuhan anak di bawa umur, namun bila nanti terdapat alat bukti baru (traffiking), maka nanti akan kita buka kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima menambahkan, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan sebagai tersangka pada Selasa (7/1/2020). “Kalau panggilan pertama tidak hadir, akan kita lakukan pemanggilan kedua. Kalau memang tidak memenuhi panggilan maka akan kita tahan langsung,” tambahnya.

Ketiga saksi yakni SC, RD dan AN warga asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto disebut-sebut sebagai orang yang mengantarkan korban ke oknum dokter masih dilakukan tahap pendalaman. Pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 2 junto 82 ayat 1 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Mojokerto dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Dokter dengan inisial AND (60) ini dilaporkan atas dugaan persetubuhan dan pencabulan gadis dibawah umur.

Dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap korbannya, PL (15) tersebut dilaporkan pada, Senin (18/11/2019) kemarin. Sementara dari laporan ibu korban, aksi persetubuhan dan pencabulan tersebut terjadi pada, Senin (23/11/2019) di kamar praktIk terlapor.

Saat itu, korban pelajar asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto datang ke tempat praktek terlapor di Jalan Raya Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban datang bersama seorang perempuan AR (30) warga Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Sampai di tempat praktek terlapor, korban langsung diajak masuk ke kamar oLeh terlapor. Sementara AR menunggu di ruang tamu. Setelah berada di kamar, korban diajak ngobrol oleh terlapor dan terlapor membuka semua pakaian korban.

Terlapor kemudian membuka pakaian yang dikenakan dan meminta korban untuk berbaring di atas tempat tidur. Dari situlah terjadi dugaan persetubuhan dan pencabulan. Usai melakukan aksinya, terlapor memberikan uang sebesar Rp1,5 juta kepada korban. Saat keluar kamar, korban melihat terlapor juga memberikan uang sebesar Rp500 ribu kepada AR. Atas kejadian tersebut, korban merasa tidak terima melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar