Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

DJP Jatim III Sita Aset Wajib Pajak Sebesar Rp 11,3 Miliar

Aset yang disita oleh DJP Jatim III.

Malang (beritajatim.com) – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III menyita aset terhadap 19 penunggak pajak di wilayah mereka. Total ada 20 aset dengan nilai Rp11,3 miliar yang mereka sita dari para penunggak pajak.

Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelejen dan Penyidikan Kanwil DJP Jatim III  Agus Mulyono mengatakan, 19 penunggak pajak ini terdaftar di wilayah KPP Madya Malang, KPP Pratama Singosari, KPP Pratama Batu, serta KPP Pratama Probolinggo.

Kemudian, KPP Pratama Pasuruan, KPP Pratama Tulungagung, KPP Pratama Blitar, KPP Pratama Pare, KPP Pratama Kediri, KPP Pratama Malang Utara, KPP Pratama Malang Selatan, KPP Pratama Jember, dan KPP Pratama Situbondo.

“Kita lakukan sita serentak satu hari ini di 13 kantor. Berjumlah 20 aset dengan perkiraan nilai sitaan sekitar Rp11,3 milyar. Jenis rincian aset terdiri dari 8 kendaraan bermotor berupa mobil, truk, sepeda motor, 9 rekening bank atau uang, 2 aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan, serta 1 aset berupa mesin,” kata Agus, Selasa, (2/11/2021).

Agus mengatakan, aset sitaan tersebut merupakan jaminan pelunasan utang pajak menurut peraturan perundang-undangan. Penyitaan merupakan salah satu cara dalam penagihan pajak. Secara ketentuan, penyitaan tindakan juru sita pajak untuk menguasai barang penanggung pajak, guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

“Apabila Wajib Pajak tidak melunasi hutang pajaknya sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, tindakan dapat dilanjutkan dengan pemindahbukuan ke rekening kas negara dan melakukan penjualan atas barang sitaan (lelang),” imbuh Agus.

Agus mengungkapkan, sebelum dilakukan penyitaan, kepada para penunggak pajak. Petugas telah melakukan penindakan penagihan. Seperti mengirim penyampaian surat teguran, surat paksa, dan surat perintah melaksanakan penyitaan. Setelah tidak ada proses pembayaran pajak mereka melakukan eksekusi sita.

“Dengan penyitaan serentak diharapkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam kewajiban perpajakannya meningkat.  Sehingga akan meningkatkan penerimaan pajak secara nasional dan mencapai target yang telah ditetapkan karena. Kita lakukan serentak juga agar masyarakat tahu bawa pajak ini bisa disita. Ini edukasi ke masyarakat supaya mereka paham untuk melunasi pajaknya,” tandas Agus. [luc/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar